Sri Mulyani Indrawati. REUTERS/Crack Palinggi
Infografis
Ditanya Soal Rupiah, Sri Mulyani Bikin Geli Peserta Seminar
TEMPO Interaktif, Jakarta - Nilai tukar mata uang secara global pada tahun ini masih akan terus berubah. "Secara global nilai tukar masih belum stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara "The 10th Annual Citi Indonesia Economic and Political Outlook" di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/3).
Ketidakstabilan nilai tukar secara global tersebut, menurut Sri Mulyani, salah satunya dikarenakan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan yuan Cina hingga saat ini masih mencari titik keseimbangan baru yang nantinya akan berdampak secara global dan regional.
Nilai tukar Cina dinilai lebih rendah dari nilai tukar yang seharusnya, dan dianggap berperan dalam menciptakan defisit neraca perdagangan yang cukup besar di negeri Abang Sam. Hal tersebut dapat menyebabkan nilai dolar menjadi semakin melemah dan tidak stabil.
Selain itu, nilai euro yang diprediksi akan terus menguat, justru tengah mengalami sedikit masalah terkait krisis global yang berdampak pada defisitnya anggaran beberapa negara di Eropa, seperti Yunani, Spanyol, Portugal, dan Italia.
Sri Mulyani menilai, hingga saat ini pengaturan nilai tukar di tingkat global masih belum selesai dan hal tersebut mungkin saja berdampak pada nilai tukar rupiah.
Berkaitan dengan bagaimana prediksi nilai rupiah ke depan dalam kondisi belum stabilnya nilai tukar global, ia mengatakan, "Tanya pada Pak Eep (pengamat politik Eep Saefullah yang juga menjadi pembicara) apa Bu Sri Mulyani masih ada atau tidak," ujar Sri Mulyani yang disambut tawa dari para peserta seminar.
Sebelumnya, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2010 pemerintah menargetkan pada akhir 2010 nilai tukar rupiah akan berkisar di level sekitar Rp 9.500.
NALIA RIFIKA