Seorang petani memanen padi di Cihamerang, Bandung, Senin (3/8). Pemerintah menyatakan stok beras nasional aman sampai akhir tahun, stok mencapai 2,5 juta ton, kebutuhan nasional sekitar 300 ribu ton/bulan. Foto: TEMPO/Prima Mulia
Topik
Bulog Siapkan Satgas Mengantisipasi Harga Gabah Anjlok
TEMPO Interaktif, Jakarta - Memasuki musim panen tahun ini, Perum Bulog menyiapkan beberapa alternatif mengantisipasi kemungkinan anjloknya harga gabah petani. Hal itu dikatakan Direktur Utama Perum Bulog, Sutarto Alimoeso, kepada wartawan seusai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Lapangan Banteng, Rabu (17/3) malam.
Salah satunya dengan menyiagakan satuan tugas yang memantau penyerapan gabah petani. “Kami sudah menyiapkan satgas,” kata Sutarto.
Selain itu, tambah Sutarto, untuk menghindari jatuhnya harga gabah, Bulog juga memastikan pembelian gabah dan beras dari petani sesuai dengan patokan Harga pembelian Pemerintah (HPP). “Kami sudah beli dengan harga seusia HPP,” urai Sutarto.
Sebagai informasi, HPP beras di gudang Bulog adalah sebesar Rp 5.060 per kilo gram. sedangkan HPP Gabah Kering panen (GKP) petani adalah sebesar Rp 2.640, dan untuk GKP penggilingan sebesar Rp 2.685. sementara itu, Gabah kering Giling (GKG) adalah sebesar Rp 3.300, dan GKG gudang Bulog sebesar Rp 3.345.
Sebelumnya, Sekretaris Koperasi Pasar Induk Cipinang, Nellys Soekedi menyatakan bahwa saat ini harga beras di Pasar Induk Cipinang sudah mendekati HPP. “Saat ini harga beras IR 3 (kualitas sedang) ada di kisaran Rp 5.000-5.100,” kata Nelly. Sesuai kisaran harga menurut Inpres no 7 tahun 2009 tentang peraturan perberasan, yang mematok HPP beras Rp 5.060 per kilogram.
Karena itulah, menurut Nellys, sekarang merupakan saat yang tepat bagi Bulog untuk mulai melakukan pengadaan. “Karena kalau tidak segera bertindak, harga akan terus turun hingga merugikan petani,” ujar Nellys.
ARIE FIRDAUS
Web via