foto

Seorang pekerja menyelesaikan pemasangan instalasi jaringan listrik tegangan tinggi di gardu induk Palur, Karanganyar, Jawa Tengah (8/12). Penambahan jaringan tersebut juntuk meningkatkan pelayanan PLN. ANTARA/Hasan Sakri Ghozali



PLN Incar Bunaken dan Waikatobi untuk Listrik Terbarukan

TEMPO Interaktif, Surakarta - Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Eddy Erningpraja mengatakan, pihaknya tengah meningkatkan pemanfaatan energi pembangkit berasal dari energi terbarukan, seperti air dan surya atau panas matahari. Adapun sisa kebutuhan berasal dari batu bara dan energi lain.

Hal itu dilakukan seiring kebutuhan tambahan listrik sebesar 40 ribu megawatt. “Saat ini yang sudah berjalan proyek 10 ribu megawatt yang diperkirakan rampung 2012,” kata Eddy di Surakarta, Kamis (18/3). Sementara untuk 10 ribu megawatt tahap kedua direncanakan mulai dijalankan akhir tahun ini. Diperkirakan proyek itu selesai pada 2013.

Proyek pembangkit listrik tersebut, kata dia, akan dibangun di lokasi-lokasi yang dekat sumber pembangkit, yaitu hidro atau air seperti di Bunaken atau Wakatobi. Pihaknya menargetkan minimal 30 persen energi pembangkit berasal dari energi terbarukan, seperti air dan surya atau panas matahari. “Sekitar 60 persen dari batu bara dan sisanya dari berbagai energi yang ada,” tutur dia.

Imbas dari pemanfaatan energi terbarukan itu, menurut Eddy, akan membuat biaya pembuatan dan produksi lebih mahal karena prosesnya berbeda dengan pembangkit selama ini. Namun di sisi lain, hal itu akan membuat kualitas udara menjadi lebih baik. “Terkait biaya yang dibutuhkan, sebenarnya tak jadi masalah asalkan pemerintah komitmen untuk mendukung proyek ini,” tuturnya.

Sedangkan untuk 20 ribu megawatt sisanya, ada kemungkinan akan dikerjakan oleh pihak swasta. Tentunya dengan syarat ada daya tarik bagi swasta untuk berinvestasi di bidang kelistrikan. “Kalau dengan PLN baru dua tadi. Untuk yang sisanya belum ada kepastian meskipun sudah masuk perencanaan di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional),” ujarnya.

Saat ini Eddy mengakui listrik belum bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Ada 35 persen daerah yang belum dialiri listrik. Persoalan utama adalah daerah-daerah tersebut sangat terisolasi, sehingga harus menempatkan pembangkit sendiri. Padahal saat ini pihaknya masih berkonsentrasi dalam proyek 10 ribu megawatt tahap satu dan dua.

UKKY PRIMARTANTYO