Proyeksi Pemasukan Hotel Mandarine Meleset

TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Hotel Mandarine Regency Tbk gagal mencapai angka proyeksi kenaikan pemasukan tahun 2009 sebesar 10 persen karena krisis ekonomi. Krisis pada 2008 lalu menyebabkan tingkat hunian hotel di Batam, Kepulauan Riau, menurun. “Batam itu kota industri, tidak seperti Bali yang kota wisata, jadi kalau krisis, industri hotel amblas,” kata Sekretaris Perusahaan Hotel Mandarine Henry Chevalier di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (18/3).

Henry menjelaskan bahwa sebelum krisis, banyak orang asing yang menginap dalam jangka panjang di hotelnya. “Terutama dari Jepang, mereka menginap di hotel seperti kos sampai setahun,” ujar Henry. Setelah krisis, penghuni hotel jangka panjang sangat sedikit, hanya satu atau dua orang saja.

Untuk tahun ini, pemasukan diharapkan meningkat dibandingkan tahun lalu, walaupun Henry melihat belum bisa mencapai target peningkatan 10 persen. Hotel Mandarine telah merencanakan perbaikan strategi marketing untuk mendongkrak tingkat hunian.

Hotel Mandarine berharap terkena dampak dari pariwisata Singapura. Di Singapura, banyak dibuka tujuan wisata baru, seperti Universal Studios yang dibuka hari ini. Wisatawan dalam negeri yang berlibur di Singapura diharapkan banyak yang memilih untuk menginap di Batam. Harga kamar hotel di Batam bisa setengah lebih murah dari harga kamar hotel di Singapura. “Seperti kalau ada balapan Formula 1 di Singapura, banyak wisatawan lokal yang menginap di Batam,” tutur Henry.

PUTI NOVIYANDA