AP/Manu Fernandez
Topik
Messi, Sang Arsitek yang Telah Kembali
TEMPO Interaktif, Barcelona - Dua tiga pekan lalu Barcelona dihujani kritik media Spanyol karena performa buruknya. Tapi, Kamis dini hari Lionel Messi dan Xavi seperti menjadi dewa lapangan bola. Dengan permainan apiknya dia menghantam VfB Stuttgart 4-0 pada laga kedua perdelapan final Liga Champions.
Apalagi, kecemerlangan Barcelona itu ditandai dengan bangkitnya Lionel Messi. Di Stadion Nou Camp, Kamis (18/3/2010) dinihari WIB, pemain yang disebut-sebut sebagai penerus legenda Maradona itu mencetak dua gol serta merancang terjadinya gol Pedro Rodriguez. Satu gol lainnya datang dari Bojan Krkic. Hasil ini sangat mengejutkan. Pada pertandingan sebelumnya Barcelona hanya bermain imbang dengan Stutgart 1-1.
Barcelona dengan gaya khasnya--umpan pendek dari kaki ke kaki dan dalam tempo cepat--membuat Stutgart kelimpungan. Berulang kali aksi solo run atau tendangan melengkung Messi membuat kiper Stutgart Jens Lehmann harus jatuh bangun.
Gawang Lehmann akhirnya bergetar sebelum babak pertama berakhir. Messi berlari meliuk-liuk sambil membawa bola dari sisi kanan. Lalu setelah mengecoh pemain Stutgar, pemain yang menyabet gelar pemain terbaik dunia dua tahun lalu itu melontarkan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti. Empat pemain terlewat dan gol, 1-0.
Gol kedua juga hasil karya Messi. Pada menit 22, umpan matangnya di sisi kiri disambar Yaya Toure dan diteruskan ke depan gawang. Pedro berlari menyantap umpan empuk itu. Barca unggul 2-0.
Di babak kedua, meski telah unggul, Messi dan Xavi Hernandes tetap menjadi motor penembus benteng Stutgart. Barca mencetak gol ketiga dari hasil rancangan arsitek yang rapi. Kerja sama Pedro, Dani Alves dan Messi membuat Lehmann kembali harus memungut bola.
Pedro dari sisi kanan menyodorkan bola kepada Dani Alves yang berada di luar kotak penalti. Alves pun dengan sontekan tumitnya memberikan bola it kepada Messi. Sebuah tendangan kaki kiri menciptakan gol ketiga. Luar biasa.
Kehadiran Thiery Henry dan Zlatan Ibrahimovic juga membombardir pertahanan Barca. Hanya, keberuntungan belum berpihak kepada mereka.
Empat menit menjelang peluit terakhir, Messi kembali menunjukkan kelasnya. Ia seperti berlari sambil menari sserta menggiring bola sendirian. Dengan gerakan itu dia menusuk ke jantuk penalti Stuttgart. Sayang, aksinya tak mulus. Arah bolanya melenceng.
Dengan aksi itu tak salah memang kalau legenda bola dunia, Diego Maradona, menjuluki Messi sebagai Sang Suksesor. Pemain pendek itu, tingginya cuma 169 centimeter, di usianya yang 23 tahun ini kembali bersinar.
Aksi atraktifMessi dan kawan-kawan itu akhirnya ditutup dengangol yang lahir dari kaki Bojan Krkic. Penyerang belia, umurnya baru 19 tahun, menyambar umpan terobosan Ibra. Skor pun jadi 4-0.
Susunan Pemain
Stuttgart: Jens Lehmann, Stefano Celozzi (Timo Gebhart 45), Georg Niedermaier, Mathieu Delpierre, Christian Molinaro, Christian Trasch, Zdravko Kuzmanovic, Sami Khedira, Aleksandr Hleb, Cacau, Pavel Pogrebnyak (Ciprian Marica 70).
Barcelona: Victor Valdes, Dani Alves, Gerard Pique, Carles Puyol, Maxwell, Sergi Busquets (Zlatan Ibrahimovic 66), Yaya Toure, Andres Iniesta (Bojan Krkic 88), Lionel Messi, Thierry Henry (Gabriel Milito 79), Pedro Rodriguez.
BS
Web via