princessadeirma.blogspot.com
Topik
Bakteri Baik buat Si Upik
TEMPO Interaktif, Penelitian terhadap anak usia sekolah dasar di beberapa tempat di Jakarta belum lama ini menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen anak mengkonsumsi jajanan yang berisiko terhadap kesehatannya. Anak-anak itu, peneliti Dr dr Saptawati Bardosono MSc menjelaskan, banyak mengkonsumsi makanan dengan penyedap dan pengawet ketimbang yang mengandung protein dan kalsium.
"Dua zat tersebut harus terpenuhi lewat makanan mereka sehari-hari, karena anak butuh proses pemadatan tulang," ujar ahli gizi Universitas Indonesia itu saat peluncuran yogurt khusus untuk anak-anak, "Milkuat Yogurt", di pabrik PT Danone Dairy Indonesia, Cikarang, pekan lalu.
Studi juga mencatat, sumber kalsium dan protein yang banyak dikonsumsi anak adalah susu dan telur. Lima puluh persen di antaranya susu bubuk dan sebagian lagi dari susu kental manis. Cuma sedikit dari mereka yang minum susu cair. "Padahal minum susu kental manis sama saja dengan minum gula," ujar Saptawati.
Penelitian lebih spesifik dia lakukan pada 77 anak kelas III dan IV Sekolah Dasar Negeri Kenari, Kramat Raya, Jakarta. Dia melakukan penelitian dengan memberi yogurt sebagai alternatif sumber kalsium dan protein, selain dari susu dan telur. Walhasil, rata-rata dari mereka menyukainya, dan hanya tiga anak yang mengaku alergi terhadap produk susu.
Dari situ Saptawati menyimpulkan bahwa yogurt bisa jadi jajanan sehat yang mumpuni di sekolah. Karena makanan produk susu fermentasi bakteri ini diketahui rendah gula, lemak, dan garam. "Apalagi usia sekolah merupakan peluang emas kedua untuk mengejar ketinggalan gizi saat balita," katanya.
Itulah sebabnya, sampai usia 30 tahun, dimulai pada masa sekolah, si anak sudah harus menumpuk cadangan dua kandungan tersebut. Di Indonesia, untuk anak sekolah, kebutuhan proteinnya sebesar 45-50 miligram dan kalsiumnya 600-1000 miligram.
Menurut Direktur Kesehatan Danone Dairy Indonesia Dr Regina Karim, keunggulan yogurt adalah membuat kalsium lebih mudah diserap tubuh si anak. Sedangkan proses fermentasinya akan menghasilkan asam amino, yang merupakan cikal bakal protein. "Dan bakteri baiknya membantu keseimbangan dalam pencernaan," tuturnya dalam kesempatan yang sama.
Badan Kesehatan Dunia sendiri sudah mengharuskan agar yogurt mengandung bakteri hidup dalam jumlah cukup. Di dalam Milkuat Yogurt sendiri, Regina menjelaskan, ada bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Dua bakteri ini secara alamiah sudah ada di usus manusia. "Meski terkadang jumlah bakteri ini menurun, terutama kalau seseorang merokok, makan gorengan, dan pengawet."
Bedanya dengan yogurt dewasa, yogurt khusus anak ini lebih pada fortifikasi kandungan 8 vitamin dan 2 mineral, kalsium, serta fosfornya. Sedangkan untuk dewasa--produk Danone menamakannya "Activia"--ditambahkan satu macam bakteri lain, yakni Bifidobacterium animalis.
Bakteri ini mempunyai manfaat membantu proses pencernaan makanan di usus, sehingga memperlancar buang air besar. "Hal ini membantu para penderita konstipasi (sembelit), biasanya perempuan, sehingga mencegah berbagai risiko, seperti wasir," Regina menambahkan.
Yogurt, Saptawati mengatakan, sebenarnya bisa saja dikonsumsi anak pada masa pengenalan makanan padat saat usia 6 bulan. Namun dia tidak menganjurkannya, karena pada masa itu anak harus mengenal tekstur berbagai macam makanan.
Selain itu, Regina menekankan, yogurt tidak bisa sebagai pengganti sarapan. Yogurt adalah makanan selingan. Jadi, jika anak tidak sarapan, Regina tidak menganjurkan diganti yogurt. "Tapi sebagai pelengkap, jika makanan anak kurang sayur, protein, atau kalsium," ujarnya.
Yang jelas, yogurt tidak masalah bagi penderita maag. Meski asam, tingkat keasaman (pH) yogurt dan perut manusia itu berbeda. pH pada yogurt adalah 4, sedangkan perut manusia 1. "Sehingga aman dikonsumsi orang dengan maag atau gastritis," Regina memberi tahu.
HERU TRIYONO