foto

Sejumlah model mengenakan busana hasil rancangan desainer Perancis Franck Sorbier, dalam acara peragaan busana Haute Couture Spring Summer 2010 di Paris (27/1). AP/Christophe Ena



Hitam, Inspirasi Klasik Gaya Modern  

TEMPO Interaktif,  Warna hitam sering menjadi warna andalan pada busana para wanita pekerja untuk ke kantor. Padahal tidak selamanya demikian. "Hitam memang sebuah warna keharusan yang harus dimiliki wanita, tapi tidak mesti menjadi warna dasar," kata perancang Vera Wang dalam sebuah jamuan makan malam para selebritas dunia di Milan, Italia, akhir tahun lalu.

Pendapat Vera bukan tanpa alasan. Kendati bukan perancang khusus busana kantor, ia mengaku pencinta warna hitam memberi inspirasi klasik. "Tapi dalam aplikasinya, hitam tak selalu tampil kuno. Justru ia bisa fleksibel memiliki gaya trendi modern," ucapnya seperti dikutip OK Magazines awal tahun ini.

Senada dengan pernyataan Vera, label atau brand asing, seperti Zara, Mango, Banana Republic, dan Masimo Dutty, yang berseliweran di Ibu Kota, pun tampaknya sepakat menyatakan, "Black isn't classic." "Hitam kini tampil dengan aplikasi gaya modern yang melebur bersama warna lain," kata Fitria Yusuf, penulis buku Little Pink Book dan pengamat mode serta gaya hidup.

Fitria mengamati label asing, yang menjadi kiblat busana kantoran kaum Hawa di Ibu Kota, sejak beberapa tahun ini. Faktanya, selain menyajikan koleksi warna hitam, ia selalu menyelipkan warna hitam berpadu dengan warna lain, termasuk koleksi warna natural dan mentereng lain yang dikenakan sebagai busana kantor.

Dia mencontohkan, kardigan, yang sering dipakai sebagai lapisan luar untuk kemeja kantor, kini juga banyak dikenakan oleh wanita karier sebagai lapisan luar sebuah gaun tanpa lengan. Di gerai pusat-pusat belanja Ibu Kota, kardigan menjadi koleksi laris manis.

Kemudian white button down shirt atau kemeja dasar berbahan katun, yang sering dikenakan dengan blazer, jaket, dan kardigan. Secara umum, wanita pekerja kantoran biasanya memilih warna hitam dan putih yang dipadu blazer, jaket, dan kardigan warna lain. "Namun kini kemeja dasar berbahan katun tak selalu hitam atau putih, tapi bisa juga hitam bervariasi warna lain. Kesan klasik tetap ada karena unsurnya elegan, namun menjadi lengkap dan menarik dalam gaya modern," kata Fitria.

Di situs Forbes.com disebutkan, wanita kantoran yang mengenakan pakaian yang tepat saat bekerja dapat berbuah kesuksesan. Situs tersebut memaparkan, gaya berbusana yang disukai yang identik dengan kegemilangan atau prestasi sukses adalah inspirasi klasik bergaya modern.

Perancang lokal Kanaya Tabitha, yang beberapa waktu lalu meluncurkan label Fabulous untuk busana kantoran, mengatakan hal senada. Selama ini, menurut dia, perempuan pekerja kantoran, terutama wanita kosmopolitan, punya segala kesibukan, mobilitas tinggi, dan harus mengedepankan sisi multifungsi pada busana yang dikenakan. Memang, hitam selalu menjadi warna andalan.

"Tetapi saya tidak sependapat hitam hanya tampil klasik monoton. Meski elegan, hitam harus punya kekuatan dieksplorasikan dengan warna lain supaya kesannya lebih hidup dan segar, bukan mati," ujar perancang yang biasa disapa Kay ini.

Melalui label anyarnya, Kay merancang bahan wol, satin, katun, dan sutra menjadi busana kantoran modis yang siap dilirik pencintanya. Memang, Kay mengakui, ia memakai aksen pemanis, seperti renda, detail manik-manik dan bebatuan, pita, serta permainan lipitan, yang sesekali dikenakan pada bahan berwarna hitam.

Dengan demikian, di tangannya, hitam tidak selamanya tampil secara tunggal. "Saya memang suka bermain-main. Hitam adalah warna kuat, namun hitam akan menjadi semburat lebih menawan, elegan dengan sentuhan bling-bling semua warna yang saya sematkan," ujarnya. | HADRIANI P