Polisi Tegur Pengelola Apartemen Mediterania


TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian menegur pengelola apartemen Mediterania Jakarta Barat terkait sejumlah kecelakaan dan aksi bunuh diri yang beberapa kali terjadi di tempat itu. Padahal polisi sudah beberapa kali memperingatkan pengelola untuk memasang terali besi di setiap balkon. Namun peringatan itu tidak pernah mendapat perhatian.

"Seharusnya setiap balkon atau teras dipasang terali sehingga orang tidak bisa bunuh diri (dengan terjun)," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Tanjung Duren, Inspektur Satu Jauhari kepada Tempo. siang ini.

Kasus terakhir di tempat itu terjadi dua hari lalu. Seorang gadis bernama Cherlye Christabela Eliae Vania, 20 tahun, terjun dari lantai 24. Gadis itu diduga mengalami depresi dan nekad bunuh diri.

Menurut Jauhari, jika Mediterania memasang terali besi di balkon niscaya Cherlye tidak bisa bunuh diri. "Setidaknya upaya bunuh diri jadi sulit karena harus membuka terali dahulu," kata dia.

Tempo mencoba mengkonfirmasi perihal teguran ini kepada PT Prisma Buana Internusa sebagai pengelola apartemen Mediterania. Manager Komunikasi tidak berada di kantor ketika Tempo sambangi. "Sedang keluar," kata Risma, penerima tamu.

Seorang pejabat pengelola yang enggan disebut namanya mengatakan sulit memenuhi permintaan polisi. Kalau balkon dipasang terali, "Jadi seperti penjara dong," kata dia.


TITO SIANIPAR

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X