TEMPO/Wahyu Setiawan
Infografis
Maruarar Sirait Jagokan Darmin dan Bos Mandiri Jadi Gubernur BI
TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruarar Sirait, memperkirakan tiga nama yang bakal dijagokan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon Gubernur Bank Indonesia mendatang.
Nama-nama tersebut adalah Darmin Nasution (Penjabat Gubernur Bank Indonesia), Hartadi A. Sarwono (Deputi Gubernur BI), serta Agus Martowardojo (Direktur Utama PT Bank Mandiri). “Mereka semua bagus. Usulan dari Presiden pasti tidak jauh dari tiga nama itu,” katanya kepada Tempo, Ahad (21/3).
Meski demikian, kata Maruarar, usulan nama adalah hak prerogatif Presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat tidak ikut campur. “Kalau pilihan SBY bagus, kami dukung,” tuturnya. Yang terpenting, menurut dia, calon tersebut harus memenuhi beberapa kriteria.
Menurut Maruarar, ada lima kriteria yang mesti dilalui, yaitu memiliki konsep dan pengalaman pengawasan perbankan, mampu menurunkan suku bunga kredit, mampu menghadapi dominasi asing, independen dari siapapun, termasuk pemerintah dan Dewan.
Selain itu, Maruarar melanjutkan, Gubernur BI mendatang harus mampu membangun institusi bank sentral menjadi lembaga yang kredibel lagi. “Jika tidak terpenuhi, DPR tidak akan ragu-ragu untuk menolak calon gubernur BI tersebut,” ujar Maruarar.
Ia juga mengatakan, Dewan menyadari Bank Indonesia merupakan regulator bidang moneter yang penting untuk rakyat. Karenanya, ia berharap Presiden Yudhoyono bersikap bijaksana dan matang dalam menentukan calon-calon gubernur tersebut.
Presiden pun didesak untuk segera mengirimkan nama-nama calon itu karena kursi Gubernur BI sudah kosong selama setahun. "Harusnya di sidang berikutnya tuntas, fit and proper test bisa dilaksanakan bulan depan," kata Maruarar.
Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) pasal 41, Gubernur dan Deputi Gubernur BI diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
Saat ini kursi Gubernur Bank Indonesia kosong sejak Boediono, yang ketika itu Gubernur BI, mengundurkan diri pada 15 Mei 2009 karena maju menjadi calon wakil presiden dari Partai Demokrat. Dengan mundurnya Boediono, Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur BI hingga saat ini.
PUTI NOVIYANDA





