foto

TEMPO/Fransiskus S



Gus Sholah Optimis Jadi Ketua Umum Tanfidz NU  

TEMPO Interaktif, Makassar - KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah sangat optimis menang dalam pencalonannya menjadi Ketua Umum Tanfidz Nahdlatul Ulama di Muktamar  ke-32 di Asrama haji Sudiang Makassar pada 22 – 28 Maret.

”Saya didukung oleh banyak kiai untuk maju. Saya optimis menang,“ ujar Gus Sholah saat ditemui di lobi Hotel Sahid Makassar Minggu (21/3) malam.

Gus Solah mengaku mengatongi suara lebih dari separuh suara pengurus wilayah  seluruh Indonesia. “Saya tidak ingin menyebut mengantongi suara mayoritas, itu takabur namanya, “ ujarnya.

Dijelaskan, dirinya sudah mengadakan kunjungan ke Pungurus Cabang dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama berbagai daerah seperti di Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan lainnya. Ia bersilaturahmi dan meminta dukungan pada pemilihan ketua umum Tanfidz ini.

“Di Sulawesi Selatan saya sudah ketemu dengan KH Sanusi Baco. Dukungan Insya Allah akan diberikan,“ ujarnya.

Gus Sholah mengatakan kehadirannya sangat diterima dan didukung untuk mencalonkan diri. “Di sana saya diterima dengan baik,“ ujarnya.

Namun yang lebih penting menurutnya adalah pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. “Tidak ada penolakan dari presiden,“ tegasnya.

Namun Gus Sholah juga mengakui ada dua lawan kuat yang akan dihadapinya nanti, yakni Said Aqil Siradj dan Ahmad Bagja. “Dalam pantauan saya, hanya ada dua yang akan tersisa nantinya, saya dengan, antara Said Aqil Siradj dan Ahmad Bagja,“ tegas pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini.

Adik dari almarhum KH Abdurrahman Wahid ini telah menyiapkan terobosan program untuk memimpin Nahdlatul Ulama yang akan ditawarkan dalam Muktamar Makassar ini. Program itu adalah kekuatan sipil bermitra dengan pemerintah untuk mengembangkan ekonomi rakyat, dengan berfokus pada amal sosial; pendidikan, dakwah, kesehatan, kaderisasi, advokasi.

Selain itu, Gus Sholah akan memfokuskan pada pembenahan organisasi dan merevisi kaderisasi Nahdlatul Ulama. “Nanti kami akan meminta program-program ketua PC dan PW. Untuk kaderisasi akan membicarakan kembali kepada badan-badan otonom NU untuk merevisi kaderisasi,“ sambungnya.


ABD AZIS