TEMPO/ Gunawan Wicaksono
Topik
Sebulan Dikeruk, Pintu Waduk Pacal Kembali Normal
TEMPO Interaktif, Bojonegoro - Tiga pintu utama tempat pembuangan air di Waduk Pacal, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, kembali normal. Sebelumnya, selama tiga bulan pintu waduk buatan Pemerintah Belanda tahun 1933 itu tersumbat, sehingga dikhawatirkan jebol.
Proses pengerukan oleh tim dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Dinas Pengairan Bojonegoro memakan waktu hampir satu bulan lamanya untuk mengeruk sedimentasi yang tebalnya mencapai 10 meter dari 22 meter total ketinggian air.
Selain lumpur, juga terdapat tumpukan sampah bercampur kayu yang membuat tiga pintu utama, rata-rata berukuran lebar 2 meter dan tinggi 5 meter, susah dibuka. Pengerukan ini juga setidaknya menambah daya tampung waduk.
Setelah pintu waduk normal, langkah selanjutnya adalah pengerukan di hulu Dam Klepek, berlokasi di irigasi Waduk Pacal. Program ini guna memperlancar irigasi air dari hulu hingga hilir Sungai Pacal yang melewati sekitar tujuh kecamatan dan puluhan desa di Bojonegoro.
Menurut Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro, Bambang S, pengerukan berjalan lancar, meski sebelumnya sempat terkendala cuaca. Yang kini dilakukan, menjaga areal kiri-kanan waduk agar tidak cepat terjadi sedimentasi. “Sampah kayu dan sejenisnya menjadi penyebab tersumbat,” tegasnya pada Tempo, Rabu (24/3), siang
Rampungnya pengerukan penyumbatan di tiga pintu utama Waduk Pacal itu juga membuat lega para petani yang arealnya di bawah waduk terbesar di Bojonegoro ini. Dari sekitar 20 juta meter kubik air, nantinya digunakan untuk mengairi 16.600 hektare areal persawahan, seperti di Kedungadem, Sumberejo, Balen, Lapas, Dander, Temayang dan sebagian di Bojonegoro Kota.
Air dari Waduk Pacal juga menjadi tulang punggung produksi padi di Bojonegoro bagian selatan dan timur. Data di Dinas Pertanian Bojonegoro, dari sekitar 93 ribu ton gabah kering panen, ada sekitar 35 ribu ton produksi gabah berasal dari areal pertanian di irigasi Waduk Pacal. “Ya, cukup produktif,” tegas Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Subekti.
Seperti diketahui, penyumbatan pintu air di Waduk Pacal, mulai dikeruk pada pertengahan Februari. Tetapi, pengerukan, yang sempat mendatangkan penyelam dari Angkatan Laut Surabaya, dan penyedotan lumpur, tidak berhasil. Hingga akhirnya pihak Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mendatangkan alat berat berupa sedot lumpur kapasitas besar. Selama hampir satu bulan, penyedotan lumpur akhirnya berhasil.
SUJATMIKO





