foto

Telkom

Rinaldi Bantah Gosip Telkom Gandeng Esia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Rinaldi Firmansyah membantah kabar telah terjadi kesepakatan kerja sama patungan (joint venture) antara Telkom dengan PT Bakrie Te­lecom Tbk. "Telkom tidak bicara dengan Bakrie saja," kata Rinaldi sembari tertawa.

Telkom dan Bakrie dikabarkan akan membentuk perusahaan patungan un­tuk mengelola bisnis te­lekomunikasi berbasis code division multiple access (CDMA). Flexi, produk CDMA Tel­kom, dan Esia, produk CDMA Bakrie, rencananya akan dikelola di bawah perusahaan pa­tungan tersebut.

Di tempat terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengaku belum bisa memberikan komentar mengenai hal tersebut. Sepanjang ia belum menerima laporan dari Telkom, Mustafa akan menganggap kabar tersebut sebagai berita informal. "Kecuali kalau nanti Rinaldi menghadap saya. Kalau belum melapor, saya belum bisa merespons," ujar Mustafa.

Sebelumnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi atas penerbitan obligasi perseroan senilai Rp 2 triliun. "Yang menjadi lead kemungkinan Bahana," kata Rinaldi.

Telkom menargetkan penebitan obligasi bisa dilakukan sebelum Juni ini dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2009. Namun hingga kini, proses baru sampai tahap pembuatan prospektus dan belum didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Rinaldi juga menyatakan, peminat obligasi diharapkan datang dari pengelola dana pensiun, perusahaan asuransi, dan reksadana. Termasuk dari Badan Usaha Milik Negara. Obligasi Telkom akan diterbitkan memakai denominasi rupiah dan dana dari hasil penerbitan akan digunakan untuk memenuhi belanja modal pada 2010 yang mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 18,4 triliun.

PUTI NOVIYANDA