Topik
Debit Air Waduk Jatiluhur Kembali Turun
TEMPO Interaktif, Purwakarta - Tinggi muka air Waduk Jatiluhur yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (26/3), kembali mengalami penyusutan. “Hari ini berada di level 108,33 meter di bawah permukaan laut,” kata Djendam Gurusinga, Direktur Utama PJT II Jatiluhur, kepada Tempo, Jumat (26/3).
Volume air masuk dari hulu Sungai Citarum tercatat 659,28 meter kubik per detik, limpasan air yang masuk ke menara morning glory kemudian masuk ke dalam turbin sebanyak 443,684 meter kubik per detik. Sedangkan yang dikeluarkan dari waduk melalui sungai Citarum sebanyak 152,554 meter kubik per detik.
Seperti diketahui, level aman waduk serba guna tersebut berada pada di posisi 107 meter di bawah permukaan laut. Sejauh ini, tinggi muka air waduk yang mulai dioperasikan pada 26 Agustus 1967 itu dari hari ke hari terus-menerus mengalami fluktuasi. Sepanjang Rabu (24/3) ketinggiannya berada di level 108,32 meter di bawah permukaan laut, Kamis (25/3), ketinggiannya malah naik jadi 108,41 meter di bawah permukaan laut.
Menurut Djendam, kondisinya sangat terpengaruh oleh curah hujan yang terjadi di wilayah Jawa Barat selatan dan daerah sekitar waduk. Jika hujan terus air hujan yang masuk ke hulu Citarum, luapannya secara otomatis langsung masuk ke Jatiluhur. “Saya mengharapkan, cuaca di selatan bersahabat, supaya air bisa cepat surut,” tutur Djendam.
Tumpahan air Waduk Jatiluhur yang dalam kondisi abnormal tersebut, secara otomatis menggelontor ke Sungai Citarum yang berakibat menimbulkan bencana banjir besar di wilayah Kabupaten Karawang yang wilayahnya berada di hilir sungai terbesar di Jawa Barat tersebut.
Saat ini, 10 dari 30 kecamatan di Karawang sudah terendam banjir dengan ketinggian 50 centimeter hingga empat meteran. Total rumah yang terendam mencapai 23.014 rumah sedangkan warga yang terpaksa mengungsi ke tempat aman tercatat 100.412 orang.
NANANG SUTISNA





