Gus Ipul: Terpilihnya Sahal Mahfudz Koreksi bagi Hasyim Muzadi

TEMPO Interaktif, Surabaya - Ketua Gerakan Pemuda Anshor Saifulah Yusuf nyatakan terpilihanya Kiai Sahal Mahfudz sebagai Rois Aam dan Said Aqil Sirodj sebagai ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merupakan duet ideal yang bisa membawa NU terbebas dari kepentingan politik praktis.

“Ini kombinasi bagus, duet ideal yang bisa dihadirkan muktamirin (peserta muktamar) di Makasar,” kata Gus Ipul, sapaan Saifulah Yusuf, Minggu (28/3).

Menurut dia, terpilihnya Kiai Sahal untuk memimpin kembali Rois Aam merupakan koreksi dari para muktamirin yang menganggap kepemimpinan Hasyim Muzadi telah gagal membawa Nahdatul Ulama terbebas dari kepentingan politik.

“Kan bisa dilihat, semula dukungan besar ke Hasyim, ternyata diputaran pertama Kiai Sahal sudah raih suara yang cukup besar ketimbang Hasyim, ini bukti kepemimpinan Hasyim memang dinilai gagal,” terang Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, Kiai Sahal memang lebih pantas ketimbang Hasyim, apalagi kiai Sahal dinilai merupakan kiai karismatik dengan derajat ilmu fiqh yang lumayan serta derajat keulamaanya tidak diragukan.

Untuk sosok Said Aqil sendiri, Gus Ipul menilai jika sosok satu ini merupakan salah satu pemikir Nahdlatul Ulana yang memiliki wawasan luas. “Beliau ini pola fikirnya mirip-mirip Gus Dur,” ternganya.

Ke depan, Nahdlatul Ulama diharapkan mampu mengambil peran yang lebih bermartabat dan kembali ke fungsi awalnya yaitu mengayomi umat, dan mengambil peran pada bidang-bidang kemiskinan, kesehatan, serta pendidikan.


ROHMAN TAUFIQ