indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Longsor, Jalan Lembah Anai Terputus

Longsor, Jalan Lembah Anai Terputus

Pemukiman penduduk di Lembah Anai, Sumatera Barat. TEMPO/Andy Reza Rohadian

TEMPO Interaktif, Jakarta - Akibat tanah longsor, jalan Lembah Anai yang menghubungkan Padang-Bukittinggi dan jalur utama keluar dari Sumatera Barat ke provinsi tetangga belum bisa dilewati truk dan bus. Polisi memberlakukan sistem buka tiup hanya untuk obil kecil dan minibus.

"Sistem buka tutup kemungkinan akan diberlakukan selama 10 hari karena kerusakan jalan akibat longsor dan banjir cukup parah," kata Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman, hari ini. Marlis menyatakan mendapat laporan dari Kepala Dinas Prasarana Jalan, jalan yang ambruk dan jembatan yang rusak tidak bisa dikerjakan dalam waktu dekat, butuh waktu sekitar 10 hari untuk untuk membersihkan jalan dari material longsor dan perbaikan.

Longsor yang terjadi di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat yang terjadi Selasa (30/3) malam membuat dua jembatan tertimbun dan sejumlah ruas jalan terban.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Ade Edward mengatakan longsor terjadi akibat rapuhnya bukit-bukit di Lembah Anai akibat berkali-kali diguncang gempa. "Guncangan gempa menyebabkan, lereng-lereng terjal di Batang Anai menjadi rapuh, struktur tanahnya menjadi longgar dan gampang terkikis air, sedikit hujan sudah bisa menimbulkan longsor, apalagi hujan lebat,” kata Ade Edward.

Menurut Ade, sejak gempa terjadi longsor terus mengancam jalan Lembah Ana. Ini harus diwaspadai, jika jalan di Lembah Anai selesai diperbaiki, kendaraan masih tetap harus waspada melewati Lembah Anai. Solusi jangka panjang, pemerintah harus membuat jalan layang di Lembah Anai.

Mengingat jalan Lembah Anai merupakan jalan negara lintas barat Sumatera yang milik Pemerintah Pusat, Ade menyarankan agar Departemen Pekerjaan Umum dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membuat embatan layang di Lembah Anai untuk mengurangi resiko bencana.

Febrianti

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
selain rawan gempa, diperparah penggundulan hutan dan penambangan batu tebing liar di pinggir jalan lintas sumbar....itu harus dibereskan juga.
0
0
sebaiknya jalan yang sering di lintasi mobil untuk jalan raya padang-bukit tinggi dibuat semacam pengkajian lingkungan dan cara menanggulangi jika kodisi dari daerah perbukitan itu sudah membahayakan pengguna jalan.DAN DI BENTUK SUATU BADAN SURVEY atau team kerja yang berfungsi untuk mempelajari keadaan atau kondisi dari pada jalan dan badan jalan tersebut.
0
0
Jalan antara Kayu Tanam dan Padang menyusuri Lembah Batang Anai dimana dibawahnya mengalir Batang Anai, jalan ini adalah jalan Nasional yang perlu perhatian Pusat, untuk melakukan rehabilitasi jalan ini perlu dilakukan survey yang matang terlebih dahulu, dimana pelebaran jalan sekarang ada yang mempersempit alur sungai dan memotong kaki bukit sehingga akan membahayakan jalan dan sungai sungai Batang Anai. Oleh karena itu perlu pengkajian yang mendalam kalau jalan ini tetap dipertahankan. Analisa Lingkungan, Analisa Aliran Sungai dan Kestabilan Lereng perlu diperhitungkan.
0
0
menurut saya, jalan layang tidak cocok di bangun di daerah lembah anai maupun di daerah sumbar lainnya, hal ini karena kondisi sumbar yang rawan gempa, akan lebih baik jalan di sepanjang lembah anai diberi keamanan seperti jalan raya bukittingi-riau, bagian lereng tebing dikikis menjauhi jalan, dan di bangun semacam dam yang dibuat seperti membuat dinding dari batu2 alam, dan dengan ketebalan sekitar 1 hingga 2 meter dengan ketinggian lebih kurang 2 meter, antara dam ini dengan tebing diberi jarak yg cukup jauh, jika longsor terjadi material tidak langsung menghantam jalan, dam ini akan menahan material longsor,, semoga usulan ini di dengar oleh orang2 diatas
Wajib Baca!
X