Ribuan Warga Talegong Kembali Terisolir Akibat Longsor

TEMPO Interaktif, Garut - Peristiwa longsor yang berlangsung Jumat (2/4) sekitar pukul 20.30 WIB menyebabkan ruas jalan provinsi menuju Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terputus total. Akibatnya, ribuan warga Kecamatan Talegong kembali terisolir.

Longsor itu terjadi setelah diguyur hujan lebat pada siang harinya. “Longsor ini juga diduga akibat adanya galian C illegal,” ujar Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Garut, Dikdik Hendrajaya, di ruang kerjanya, Sabtu (3/4). “Penyaluran bantuan bagi warga yang terkena bencana pada Februari lalu tersendat.”

Dikdik mengatakan terputusnya akses transportasi pada kali ini diakibatkan oleh bencana longsor yang terjadi di Kampung Ciliwung, Desa Girijaya, Kecamatan Cisewu. Material longsoran berasal dari tebing yang menutup badan jalan sepanjang 20 meter, lebar 5 meter dengan ketinggian 20 meter.

Saat ini alat berat dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat sedang menuju lokasi kejadian untuk membersihkan material longsoran. Selain itu, petugas satuan pelaksana penanganan bencana dan pengungsi kecamatan bersama masyarakat setempat juga berupaya membersihkan longsor dengan cara manual.

Sebelumnya, kata Dikdik, bencana longsor yang terjadi pada pertengahan Februari lalu mengakibatkan sekitar 30.871 warga Kecamatan Talegong terisolir. Akses transportasi menuju daerah yang berada 120 kilometer arah selatan dari pusat kota Garut itu terputus total.

Longsor merobohkan jembatan Cibubuay dan tembok penahan jembatan Batu Sero sepanjang 10 meter di kampung Nangewer, Desa Sukamulya. Sementara dari Bandung, di jalan Talegong-Pangalengan dengan panjang 17 kilometer, terdapat 56 titik longsor. Akibatnya akses menuju Kecamatan Talegong tidak bisa dilewati kendaraan.

Sampai hari ini sedikitnya tercatat 615 kepala keluarga yang terdiri dari 2.446 jiwa masih menempati tempat pengungsian. Mereka berasal dari Desa Sukamulya, Sukalaksana dan warga Desa Sukamaju.

SIGIT ZULMUNIR