Baru Berdiri, BCA Syariah Pasang Target Pertumbuhan 35 persen
TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk meresmikan berdirinya unit Bank Central Asia Syariah. Kantor baru BCA Syariah tersebut berada di di Jatinegara Timur, Jakarta Timur.
Untuk unit barunya tersebut Bank BCA menyuntikkan modal sebesar Rpo 200 miliar. Meski baru berdiri, Bank BCA Syariah memiliki aset Rp 776 miliar dengan modal Rp 296 miliar. Sedangkan total Dana Pihak Ketiga Rp 420 miliar dan besarnya pembiayaan Rp 230 miliar, keduanya adalah hasil konversi dari Bank UIB.
"Bank BCA Syariah menargetkan pertumbuhan aset, DPK, dan pembiayaan tahun ini setidaknya setara dengan industri perbankan syariah atau antara 30-35 persen," kata Yana Rosiana, Direktur Bank BCA Syariah hari ini (5/4).
BCA Syariah adalah konversi Bank UIB yang telah mendapatkan ijin oprasional menjalankan prinsip syariah oleh Bank Indonesia pada tanggal 2 Maret 2010. Ijin oprasional syariah berdasarkan keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010, dan dapat beroprasi syariah mulai tanggal 3 Maret 2010.
"Sebesar 65 persen aset Bank UIB sudah terdapat di BCA Syariah. Sebesar 60 persen pembiayaan bank UIB telah berpindah juga ke BCA Syariah. Sedangkan untuk DPK nya, 75 persen dari Bank UIB telah berpindah ke BCA Syariah atau sebanyak 4000 nasabah. Sisa 25 persen dari DPK masih berada di deposito yang belum jatuh tempo," ujar Jhon Kosasih Direktur Bisnis BCA Syariah.
Peresmian ini dihadiri oleh Presiden Direktur PT Bank BCA. Tbk D.E Soetijoso, Komisaris Utama PT Bank BCA Syariah Iwan Kusumobagio, Direktur Utama PT Bank BCA Syariah Yana Rosiana, dan jajaran direksi lainnya.
RENNY FITRIA SARI






Web via