Pembangunan Jalur Kereta Bandara Kualanamu Ditunda

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Railink menunda pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu ke Bandar Udara Kualanamu. Penundaaan itu menunggu kepastian pembangunan bandara yang hingga kini belum jelas.

"Pembangunannya menyesuaikan dengan jadwal pembangunan bandara," kata Direktur Utama PT Railink Masjraul Hidayat di Jakarta, Rabu (7/3).

Masjraul mengatakan saat ini seluruh lahan yang akan digunakan untuk membangun lintasan itu sudah bebas. Namun perusahaan patungan PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api itu belum akan melaksanakan tender karena menunggu kepastian jadwal pembangunan bandara.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menilai wajar penundaan pembangunan lintasan itu. Dia mengatakan jika lintasan kereta api dikerjakan lebih dulu dari bandara tidak akan terpakai karena tidak ada penumpang yang diangkut. Sementara biaya perawatan infrastruktur kereta tidak murah. "Jangan-jangan nanti malah dipreteli masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan PT Railink sudah memesan 16 kereta dari PT Industri Kereta Api (INKA) untuk proyek kereta bandara tersebut. Namun karena belum akan digunakan, pemerintah mengalihkan kereta itu untuk tiga lintas kereta rel diesel Indonesia (KRDI) di Sumatera, yakni Seminung, Sri Lelawangsa, dan Medan-Tebing Tinggi.

PT Kereta Api sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 72 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010 untuk proyek kereta api Bandara Kualanamu. Sebanyak Rp 38 miliar digunakan untuk membangun lintas Aras Kabu-Bandara sepanjang lima kilometer. Sisanya digunakan untuk membangun terminal khusus penumpang yang terintegrasi dengan stasiun kereta.

Bandara Kualanamu diproyeksikan untuk mengganti Bandara Polonia yang sudah melebihi kapasitasnya. Bandara Kualanamu ditargetkan bisa menampung delapan juta penumpang dan 65 ribu ton kargo tiap tahun. Bandara baru ini juga disiapkan untuk menampung pesawat berbadan lebar Boeing 747-400.

DESY PAKPAHAN