foto

Fadel Muhammad. TEMPO/Fully Syafi

Tiga Lokasi Di Bantul Dijadikan Minapolitan  

TEMPO Interaktif, Bantul - Tiga lokasi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan dijadikan area Minapolitan. Konsepnya, Minapolitan akan menggabungkan dalam satu lokasi untuk produksi perikanan, pengolahan, dan sekaligus pemasarannya.

Ketiga lokasi tersebut berada di kecamatan Sedayu, Piyungan, dan Kretek. Konsep sentra ikan, baik ikan tangkap maupun ikan budidaya itu untuk mengangkat produksi hingga pemasaran. Selain itu fasilitas publik penunjang seperti sekolah, rumah sakit dan akses jalan dikerjakan oleh instansi terkait.

“Ini masih proses studi kelayakan, tahun ini sudah mulai dikerjakan. Minapolitan merupakan konsep terintegrasi untuk pusat ikan,” kata Sugeng Sudaruno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul.

Pemerintah menyiapkan angaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk pengembangan tahap pertama. Fasilitas yang diprioritaskan adalah program budidaya ikan tawar, pengolahan dan pasar ikan. Potensi perikanan di kabupaten Bantul cukup menjanjikan. Sementara ini, hasil tangkapan nelayan setiap bulan oleh nelayan di kabupaten Bantul sebanyak rata-rata 200 ton. Sedangkan hasil ikan budi daya dari berbagai jenis sebanyak 800-1000 ton per bulan.

Minapolitan menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad merupakan sentra perikanan yang terintegritas dengan fasilitas lainnya. Instansi yang dilibatkan dalam pembangunan Minapolitan adalah Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan.

“Dana di Kementerian Kelautan dan Perikanan itu minim, sehingga kami harus pintar pintar menjual ide (selling idea) maka stelah saya tawarkan ke Departemen lain,” kata Fadel di sela-sela rapat kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan di Yogyakarta, Rabu (7/4).

Ia menyontohkan, Depertemen Pekerjaan umum mngerjakan dermaga dan fasilitas jalan, Kementerian Kesehatan membangun fasilitas kesehatan dan Kementerian Pendidikan Nasional membangun sarana pendidikan (sekolah). Dana yang disiapkan untuk pembangunan Minapolitan sebesar Rp 3 triliun.

“Jika dibantu anggaran dari departemen lain maka program ini akan segera terealisir,” kata dia.

Ia menambahkan, ada empat syarat untuk pembangunan Minapolitan, yaitu harus terintegrasi, efisien, berkwalitas dan percepatan (akselerasi) tingkat perekonomian di bidang perikanan. Dalam penerapannya, Minapolitan harus berdasarkan demokrasi ekonomi perikanan, intervensi dari pemerintah (limited government intervention), penguatan peran daerah serta adil dalam mengangkat perekonomian produsen ikan dan nelayan.

“Program kita bukan memaksa orang untuk mengonsumsi daging, tetapi memaksa orang mengonsumsi ikan, harga daging mahal sedangkan ikan lebih murah,” kata Fadel.

Daerah Istimewa Yogyakarta masih kekurangan ikan untuk dikonsumsi masyarakat. Setiap hari dibutuhkan sebanyak 14 ton ikan (ikan tawar maupun ikan laut). Pasokan lokal hanya 40 persennya saja. Dalam satu tahun hanya mampu memproduksi 65 ribu ton ikan. Sisanya dipasok dari Jawa Tenah dan Jawa Timur.

“Pada 2010 ini kami menargetkan 115 ribu ton ikan, 95 ribu ton di antaranya ikan budi daya, selebihnya ikan tangkap,” kata T Sugiharto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta.

MUH SYAIFULLAH