Makam Mbah Priok dan Misterinya

Makam Mbah Priok dan Misterinya

Jemaah berjaga dengan membawa senjata tajam di depan pintu masuk makam Habib Hasan Alhaddad atau Mbah Priuk, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (4/3). Penjagaan oleh para jemaah ini dilakukan karena akan adanya tindakan pengosongan dan pembongkaran oleh Pemda Jakarta Utara terhadap pendopo, Gapura dan seluruh bangunan lainnya yang ada disekitar makam.Tempo/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Warga Tanjung Priok meyakini makam Habib Hasan atau yang tersohor dijuluki Mbah Priok sangat keramat. Kekeramatan itu bisa disaksikan dalam beragam bentuk. Budi, pengurus makam, awal Maret lalu bercerita, sekitar 1987, pemerintah berencana memindahkan kompleks pemakaman Mbah Priok yang ada di Dobo ke TPU Budi Dharma di Cilincing.

Menurut Budi, ketika itu, setiap pekerja yang diperintahkan untuk membongkar makam langsung jatuh sakit. "Karena kejadian itu (jenazah) Mbah Priok masih tetap ada di sini," kata Budi Rabu (10/3) lalu. "Tidak ada pekerja yang berani meneruskan pekerjaan itu."

Konon, di awal wafatnya peristiwa aneh juga kerap terjadi. Begini ceritanya. Mbah Priok meninggal saat perahu yang ditumpanginya dihempas ombak. Tiga rimbongannya tewas seketika. Sedangkan Habib Hasan atau Mbah Priok dan satu temannya bernama Habib Ali terseret ombak ke semenanjung yang saat itu belum bernama. Sayangnya, saat ditemukan warga Mbah Priuk sudah meninggal sedangkan Habib Ali dalam kondisi hidup. Saat itu warga yang menemukan kedua orang itu juga menemukan periuk dan dayung di samping kedua orang itu.

Nah, seketika itu juga warga langsung memakamkan jenazah Mbah Priok. Sebagai tanda makam, warga menjadikan dayung itu sebagai nisannya sedangkan priuknya di letakkan di sisi makam.

Namun, lambat laun dayung yang dijadikan nisan itu berkembang dan menjadi pohon Tanjung. Sedangkan periuk yang tadinya berada di sisi makam terus bergeser ke tengah laut. Warga sekitar mempercayai, selama 3-4 tahun sekali, periuk itu muncul di lautan dengan ukuran makin membesar sampai sebesar rumah.

Fajar | Berbagai sumber

Komentar (33)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
yang ngimpun pare warga untuk jadi bamper makam yang nanggung tuh dosa2nye, masaleh sengketa tanah dibawa2 ke soal agama.... Dasaarr tuh pare kuncen makam udah ngebodohin warge dgn mitos2 nyang ujung2nya biar dapet keuntungan sendiri eh pas ribut2 dienye paling belakang......
0
0
yg namanya peninggalan bersejarah ya...harusx di hormati bukan di hilangkan ato d musnakan. baik itu makam siapa sajah entah itu makam mbah priok, makam jaman kerajaan sprt Damar wulan itu semuanya ada sejaranya.jd bkn masalah fanatik,kebetulan yg mau d bongkar makam orang islam.
0
0
alloh huakbar,,,, wahai orang\'\' kapir berhenti lah x an,,, menggangu umat muslim,, sesungguhnya embah periuk th adalah seorang wali,,,, alloh,,,,
0
0
Bagi Umat Muslim Yang ditanjung Priok, bersabarlah atas mushibah ini,Insya Allah semua kaum muslimin siap untuk membantu saudara-saudara kita yang ada disitu, jika pol pp kembali buat onar lagi, pertahankan terus makom Al-Habib........ ALLAHUAKBAR........... tuk pol pp,klo diberi perintah pkir dlu dengan hati nurani,ingat klo masalah ini di perpanjang itu akan bahaya,
0
0
amah ditu lem,,,garang gen ditu,,,mau mbah priuk ato mbah dukun,,,perang gen be ditu antar umat loe,,,emang gue pikirin.... yang penting Bali gue aman brOwww!!!!
Selanjutnya
Wajib Baca!
X