Pasuruan Punya Pusat Pembelajaran Guru


TEMPO Interaktif, PASURUAN - Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidik, Kementerian Pendidikan Nasional, Baedhowi, Kamis (15/4), meresmikan Pusat Pembelajaran Guru di Pasuruan, sekaligus menjadi proyek percontohan di Indonesia. . "Pusat Pembelajaran Guru menjadi sarana untuk mengembangkan kwalitas guru,” ujarnya.

Pusat Pembelajaran Guru tersebut dilengkapi dengan berbagai buku pendidikan keguruan, media pembelajaran, dan akses jurnal internasional. Dengan demikian guru bisa terus meningkatkan kwalitasnya agar bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan dunia.

Pusat Pembelajaran Guru yang berlokasi di daerah Purut, Kota Pasuruan itu merupakan perwujudan program kerjasama antara Pemerintah Kota dan Kabupaten Pasuruan dengan Sampoerna School of Education. Lahan dan gedung disediakan oleh kedua daerah itu sedangkan fasilitas penunjang disediakan Sampoerna School of Education.

Menurut Baedowi, kerjasama tersebut selaras dengan program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dia berharap Pusat Pembelajaran Guru bisa saling mengisi dan bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) yang berada di masing-masing provinsi.

Di Kabupaten dan Kota Pasuruan terdapat 5.492 guru yang belum memenuhi standar kompetensi sebagai pendidik. Maka Pusat Pembelajaran Guru ini bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengajar di masing-masing sekolah.

Bupati Pasuruan Dade Angga menyatakan seluruh fasilitas bisa diakses seluruh guru. "Agar kualitas pendidikan semakin meningkat," katanya. Hal yang sama juga dinyatakan Walikota Pasuruan Amminurrohman. "Kualitas guru mencerminkan mutu pendidikan," katanya.

Ketua Sampoerna School of Education Paulina Pannen mengatakan, program pelatihan di Pusat Pembelajaran Guru akan dilaksanakan selama tiga tahun. Melibatkan 90 kepala sekolah dan 2.270 guru. Selain berasal dari Kabupaten dan Kota Psuruan, juga berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Adapun materi pelatihan meliputi masalah kepemimpinan, inovasi metode pembelajaran, penelitian tindakan kelas dan master teacher. ”Semua materi yang diberikan dimaksudkan meningkatkan kualitas guru untuk memacu kemajuan bangsa," ujarnya.

Guru Matematika SMA Negeri Grati Pasuruan Tri Estu Murtiwi mengaku terbantu oleh program ini. Dia merasa dipermudah untuk mengakses jurnal internasional yang digunakan untuk bahan ajar di kelas. EKO WIDIANTO.

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X