Longsor, Jalan Lembah Anai Penghubung Padang-Bukittinggi Terputus

Longsor, Jalan Lembah Anai Penghubung Padang-Bukittinggi Terputus

Pemukiman penduduk di Lembah Anai, Sumatera Barat. TEMPO/Andy Reza Rohadian

TEMPO Interaktif, Padang — Jalan di Lembah Anai yang menghubungkan Padang ke Bukittinggi, Sumatera Barat, kembali terputus karena longsor dan hingga pagi ini, Sabtu (17/4), tidak bisa dilewati kendaraan. Kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang dialihkan melewati Solok.

Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Pemerintah Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, hujan yang mengguyur kawasan Lembah Anai sejak pukul 14.00 WIB kemarin menyebabkan ulangan longsor di beberapa titik di dinding Lembah Anai. Setidaknya ada dua titik longsoran besar yang menutup jalan hingga tak bisa dilewati.

“Sekarang jembatannya ambruk sebagian dan hanya tersisa selebar 2 meter, sama sekali tak bisa dilewati kendaraan roda empat lagi, kecuali kendaraan roda dua, tapi itu sangat riskan, karena pondasi jembatan sudah digerus air, itu berbahaya,” kata Ade Edward.

Banjir dari Batang Anai kemarin kembali menghantam sebuah jembatan menjelang Air Terjun Lembah Anai, padahal akhir bulan lalu jembatan yang sama juga dihantam banjir dan tinggal separoh.

Ade Edward menjelaskan, sejak malam tadi alat berat sedang bekerja membersihkan longsoran. "Agar jalan Lembah Anai bisa dilewati lagi harus dibuat jembatan darurat," ujarnya.

Dua pekan lalu terjadi longsor di Jalan Lembah Anai yang merusak dua jembatan dan sebagian badan jalan sehingga hanya kendaraan pribadi dan roda dua yang boleh lewat, sedangkan kendaraan besar seperti truk dan bus tidak diperbolehkan sama sekali.

Ade Edward mengingatkan Jalan Lembah Anai ini mesti diwaspadai karena setelah berkali-kali menerima guncangan gempa, lereng-lereng terjal di Lembah Anai menjadi rapuh, struktur tanahnya menjadi longgar dan gampang terkikis air, sedikit hujan sudah bisa menimbulkan longsor, apalagi hujan lebat.

Febrianti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X