Saksi Kunci Kasus Foto Bugil Belum Ditemukan

TEMPO Interaktif, Bogor: Polisi belum bisa memeriksa saksi kunci dalam kasus penyebaran foto bugil Devi Sartika di situs facebook. Saksi kunci yang dimaksud adalah Albert. Polisi sudah beberapa kali mendatangi rumah Albert namun lelaki itu tidak pernah berada di tempat.  “Kami sudah menelusuri rumah Albert, dia sedang tidak berada di rumah,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Bogor Ajun Komisaris Irwansyah, kemarin.

Polisi sudah memberi batas waktu kepada Albert agar mau bekerjasama untuk memberikan keterangan tentang kasus ini. Namun Albert tidak menunjukkan itikad baiknya. Sesuai prosedur tim penyidik mengirimkan surat pemanggilan sampai tiga kali, jika tidak datang sendiri, Albert akan ditangkap. Ternyata Albert sampai saat ini belum diketahui keberadaannya, karena di rumahnya tidak ada. “Mudah-mudahan besok sudah ada kabar baik tentang perkembangan kasus ini,” jelas Irwansyah.

Untuk melengkapi berkas kasusnya, ternyata diam-diam penyidik sudah meminta keterangan kembali dari Devi Sartika di rumahnya. Sejak munculnya kasus ini polisi sudah meminta keterangan 9 saksi yakni Misly Safarini (pelaku pemotretan Devi), Joshua (orang yang berpura-pura kesurupan agar Devi mau di foto bugil),

Yohanes Tri Utama, Juan Mayabu, Sany, Gloria Handayani, Hendri Andiano (teman Devi dan Misly), Christian (pemilik laptop yang memindahkan foto bugil) dan Albert (diduga yang menyebarkan foto bugil di facebook). Albert saksi kunci utama yang bisa menjelaskan bagaimana foto bugil tersebut tersebar.

Korban lain yang juga merasa dirugikan yakni Jesika Dhanis, mahasiswi Lampung juga melapor ke Mapolres Kota Bogor, karena orang yang membuat akun Clara Adheline Supit menggunakan foto dirinya untuk foto profil dan beberapa fotonya dimuat dalam album foto facebook. Jesika sendiri baru mengetahui foto dirinya dianggap sebagai Clara setelah melihat di beberapa media. “Jelas saya dirugikan, karena orang akan mengganggap saya Clara apalagi ada foto bugilnya,” kata Jesika ketika menjelaskan kepada wartawan pekan lalu.

DEFFAN PURNAMA