Topik
Isu Money Politik Merebak Dalam Muktamar NU
TEMPO Interaktif, Surabaya - Upaya penolakan terhadap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus berlanjut. Setelah sebelumnya beberapa PWNU khususnya dari Jawa Timur memprotes tidak masuknya Hasyim Muzadi sebagai Wakil Rois Aam dan memprotes masuknya Wakil Kepala Bin As’ad Said Ali sebagai Wakil Ketua Umum, kini giliran isu money politik merebak.
Informasi yang didapat tempo menyebutkan, isu money politik yang terjadi di area Muktamar NU di Makasar beberapa waktu lalu itu bermula dari beredarnya sms yang berbunyi : “Sejumlah PCNU di Jatim menyerahkan puluhan juta uang money politik muktamar kepada PWNU Jatim untuk dikembalikan kepada pemberinya, kata Sekretaris PWNU Jatim Mashudi Muhtar” begitu bunyi pesan pendek yang beredar itu.
Dari penelusuran didapati, pesan pendek ini bersumber dari seseorang wartawan koran terbitan Jatim yang biasa mangkal di PBNU dan dikenal dekat dengan salah satu kandidat Rois Aam. Dan benar saja, ketika tempo menghubungi Mashudi Muhtar maupun Rois Syuriah PWNU Miftachul Ahyar keduanya kompak menyatakan memang ada beberapa PCNU yang mengembalikan uang ke PWNU.
“Betul, yang mengembalikan Rois Syuriah Cab Ngawi Kiai Wasiq, yang lainnya masih bersifat pengakuan jika menerima uang ketika muktamar,” kata Miftachul Ahyar ketika dikonfirmasi tempo masalah ini.
Menurut Miftachul Ahyar, Wasiq menerima uang senilai Rp 5 juta dari seseorang dan berpesan “Ini ada titipan dan mohon doa restunya agar Kiai Sahal Mahfudz terpilih Rois Aam.” Untuk menindaklanjuti temuan money politik ini, PWNU jatim mengaku saat ini langsung menggelar rapat tertutup. “Kami masih rapat untuk menyikapi masalah ini,” pungkas Miftachul.
Mendapati ada isu money politik, Saifullah Yusuf yang dikenal sangat mendukung Kiai Sahal Mahfud langsung menggelar pertemuan pers. Dengan menggandeng Kiai Nazir Fatah (Rois Syuriah PCNU Jombang, sekaligus paman Gus Dur), Kiai Idris Hamid (Rois Syuriah PCNU Kota Pasuruan), Kiai Kafabihi (Rois Syuriah PCNU Kota Kediri), serta beberapa kiai lainnya, Saifullah langsung membantah isu money politik itu.
“Kalau menerima dan mengembalikan uang kenapa tidak dari dulu-dulu, kenapa baru sekarang,” kata Gus Ipul, panggilan Saifullah. “Ini kan tidak jelas, siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Kan ndak mungkin Kiai Sahal beri uang,” kata dia.
Gus Ipul hanya berharap isu semacam ini tidak perlu dibesar-besarkan. “Kasihan NU, yang sudah ya sudahlah. Saya menganggap ini trik politik, NU jangan disamakan dengan partai politik lah,” kata dia.
ROMAN TAUFIQ





