foto

TEMPO/Aditia Noviansyah



Aneka Gaya Pengantin Nusantara  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pakaian adat menjadi identitas unik para pengantin di hari pernikahan. Keunikan gaun pengantin Nusantara itulah yang tampaknya hendak ditonjolkan para desainer dalam parade eksklusif di pembukaan wedding exhibition "Five Star, East Meets West: Part 2" di Grand Ballroom Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat pekan lalu.

Beberapa desainer mengasah kreativitasnya untuk merancang gaun pengantin tradisional modifikasi. Marga Alam, misalnya. Desainer lulusan Hollywood Modiste Salome ini merancang gaun pengantin adat Bali. Di tangan Marga, busana pengantin Bali bermetamorfosis menjadi bustier penuh payet dan ball gown dari kain tradisional Bali.

Identitas etniknya tak hanya muncul dalam ball gown dari kain prada, tapi juga dalam payet-payet berbentuk sulur flora yang bertaburan di bustier hijau emerald. "Ini adalah motif tradisional Bali yang saya kembangkan," kata Marga. Topi udeng Bali yang dikenakan pengantin pria juga dirancang sendiri oleh Marga.

Untuk gelung di atas kepala pengantin wanita, Marga tidak memasang cempaka atau kenanga seperti hiasan umumnya, melainkan mawar merah. "Saya padu-padankan dengan rose untuk membawa Bali ke arah internasional," ia melanjutkan.

Sedangkan warna hijau zamrud yang dominan dalam gaun rancangannya itu adalah satu bentuk kampanye go green pribadi. "Saya kampanye tentang green fashion melawan global warming," tutur Marga, yang banyak memakai warna hijau dalam koleksi terbarunya.

Karya desainer lainnya tak kalah menarik. Rusly Tjohnardi, misalnya. Desainer muda lulusan Esmod ini berkolaborasi dengan Elly Kasim dalam mendesain gaun pengantin Sumatera Barat. Keduanya membuang warna-warna mencolok yang biasa muncul dalam pakaian adat Minang, serta menggantinya dengan warna biru muda dan keemasan. Rusly menambahkan aksen ponco transparan dengan rumbai dalam gaun ini.

Adapun Hengky Kawilarang menerjemahkan gaun pengantin Bugis dalam warna putih sederhana dengan detail yang unik. Ferry Sunarto bermain-main dengan beludru dalam merancang gaun pengantin Jawa.

Dalam parade eksklusif itu, desainer Indonesia juga merancang desain baju pengantin khas negara lain, seperti India, Cina, dan Korea. Sebastian Gunawan menerjemahkan gaun pengantin India dalam warna putih bertepian emas, kontras dengan kain sari India yang berwarna terang.

Andreas Odang mendesain gaun pengantin Cina dalam kerah cheong sam berhiaskan kristal di atas warna pastel nan lembut, sementara Elly Be Gorgeous merancang gaun pengantin Korea.

Engelbertus Emil Haryanto, Direktur Multi Kreasi Enterprise, sebagai penyelenggara pameran, berharap parade gaun pengantin tradisional modifikasi dapat memperkaya perkembangan mode di Indonesia.

"Desainer yang berpartisipasi menampilkan koleksi busana dari daerah tertentu yang belum pernah mereka garap. Ini merupakan gaun pengantin unik karya desainer top Indonesia," kata Emil, yang menjadi penyelenggara perhelatan (organizer) dalam pernikahan Nia Ramadhani-Ardi Bakrie beberapa waktu yang lalu.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI