foto

Foto ilustrasi. Dok: StockXpert



Di Ranjang dan Di Rumah Wanita Harus Seperti Domba Berbulu Domba

TEMPO Interaktif, Jakarta -Perselingkuhan atau affair kini tak lagi pandang bulu. Kisah atau jalinan kasih, asmara, cinta terlarang yang terjadi bukan dengan pasangan resminya kini mulai marak. Dan pelakuknya tidak lagi mempedulikan tentang status, usia, derajat dan sebagainya. Demikian pengamatan psikolog Kassandra A Putranto yang ditemui TEMPO Interaktif, Minggu kemarin.

"Agak mengerikan juga bila ternyata angka perselingkuhan meski belum ada penelitian yang lengkap tapi sudah merebak sebagai fenomena sosial dan cenderung sangat tinggi," kata psikolog berwajah cantik ini.

Kassandra cenderung menyaksikan perselingkuhan terjadi karena terbukanya kesempatan serta peluang. Dia mencontohkan tukang sayur langganannya dengan terbuka melakukan perselingkuhan bersama sang supir hanya karena mereka sering bertemu. Dalam intensitas pertemuan tersebut membuahkan perasaan di anatara ke duanya timbul perasaan nyaman bisa membicarakan atau mendiskusikan banyak hal, bertukar pikiran dan timbul rasa ketergantungan satu sama lain.

Menurutnya, bila sudah begini para pasangan yang merasa nyaman terutama para pria yang bertemu dengan wanita di luar rumah akhirnya memutuskan dialah segala-galanya yang terbaik. Jadinya seperti menemukan serigala berbulu domba. Padahal, si selingkuh itu serigala yang berwujud domba. Dan dombanya dipandang sangat indah, serba khusus tidak tergantikan apa yang dilakukan selalu benar bahkan selalu diikuti oleh si pasangan yang selingkuh.

“Pokoknya dibutakan oleh cinta dengan selingkuhannya. Tampang bodoh, lugu meyakinkan terkesan baik dan penurut, tetapi sebenarnya curang, jahat dan kejam. Selingkuhan itu indah untuk dinikmati tapi belum tentu ia memiliki kesolidan, tahan uji, bisa dipercaya sikapnya serta teruji dari tempaan atau masalah yang sudah pernah dihadapi bersama pasangan resmi atau isteri.”

Kata Kassandra, berbeda dengan isteri atau pasangan resmi yang ada di rumah, yang muncul dibenak si pria karena sudah menemukan tambatan hatinya bersama si pasangan selingkuhannya. Maka segala yang diperbuat isterinya justru berbanding terbalik dengan yang dilakukan pasangan selingkuhannya. Alhasil, sekalipun bertampang dan berkelakuan serigala, tapi si pria ini bakal sangat menyayangi dan mencintai wanita yang dalam pandangan mereka seperti domba yang cantik, imut, sehat, gemuk dan menggemaskan.

“Akhirnya, si isteri atau pasangannya jadi seperti domba berbulu serigala. Selalu saja di matanya muncul celah kesalahan yang diperbuat pasangannya sebagai kesalahan fatal yang tidak termaapkan. Domba empuk yang indah yang biasa dipandang atau dinikmati di ranjang dan di rumah mendadak berubah seperti serigala atau namanya domba berbulu serigala. Kemarahan isteri yang kesal karena suami bersikap aneh menjadi cacat dan fatal mengancam keberlangsungan rumah tangga,” pungkasnya panjang lebar.

Namun Kassandra mengingatkan ada senjata pamungkas yang bisa dilakukan para isteri atau pasangan resmi untuk meyakinkan suami tidak terlalu bungah, terlalu percaya dengan memberikan ruang serta kesempatan besar untuk melirik bahkan memberikan porsi besar bagi pasangannya buat coba-coba berselingkuh di luar rumah. Dia menyarankan di rumah para isteri atau pasangan resmi ini mesti menjadi wanita yang mampu bersikap ikhlas, tegar, sabar, pintar dan harus berani menerapkan prinsip tarik ulur dalam menghadapi berbagai masalah.

“Di ranjang dan di rumah, wanita harus seperti domba berbulu domba. Para isteri yang memang sudah awalnya adalah domba cantik haruslah tetap menjadi domba dalam situasi dan kondisi apapun,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebisanya mereka (para isteri) mesti memposisikan dirinya tetap sebagai domba sehat, gemuk dan berdaging empuk. Kassandra menegasakan sekali lagi Kassandra menegaskanMereka (para isteri) mesti bersikap aktif bagaimana caranya merebut perhatian dari ancaman atau gangguang serigala di luar rumah yang notabene para selingkuhan.

“Kalau mau diambil akhir atau endding-nya setinggi pria terbang tinggi untuk mencari kesenangan atau berselingkuh di luar rumah, toh pada akhirnya dia akan kembali ke isteri (pasangan) resminya.” pungkasnya. HADRIANI P