Sabu Raijua Gagal Panen

TEMPO Interaktif, Kupang-   Bencana kekeringan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berdampak rawan pangan tidak hanya melanda tiga kabupaten di Pulau Sumba, namun Kabupaten Sabu Raijua juga mengalami gagal panen akibat kekeringan panjang.

"Semua tanam jagung, sorgum dan kacang-kacangan mengalami gagal panen," kata Penjabat Bupati Sabu Raijua, Thobias uly di Kupang, Selasa (27/4). Menurut dia, dari jumlah 63 desa di kabupaten tersebut, hanya 10 desa yang berhasil panen. Luas lahan yang dipanen pun  tidak lebih dari lima hektare. Sedangkan, 53 desa yang dihubi 91 ribu jiwa lainnya mengalami gagal panen total.

Ancaman krisis pangan pun menghantui desa tersebut.  Untuk mengatasi rawan pangan, kata Thobias, saat ini, masyarakat di daerah itu hanya bergantung pada tanaman labu dan ubu-ubian.  "Hujan yang mengguyur Sabu beberapa hari lalu dimanfaatkan  untuk menanam labu dan ubi," kata Thobias.

Intervensi pemerintah daerah yakni menyalurkan beras miskin kepada warga. Saat ini. Sabu Raijua juga masih memiliki beras bantuan pemerintah sebanyak 200 ton yang siap disalurkan. "Gagal panen ini juga telah dilaporkan ke pemerintah provinsi dan pusat," kata Thobias.

YOHANES SEO