Topik
Suporter Persebaya Diminta Tidak ke Yogyakarta dengan Kereta Api
TEMPO Interaktif, Surakarta - Manajer Operasi PT Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta, Sutrisno, meminta para suporter kesebelasan Persebaya tidak datang ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Hal tersebut terkait rencana penyelenggaraan pertandingan antara Persebaya dan Persik Kediri di Yogyakarta, Kamis Sore(29/04).
"Kita tidak ingin PT Kereta Api kembali mengalami kerugian," kata Sutrisno kepada Tempo. Januari lalu PT Kereta Api mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat ditumpangi para supporter Persebaya atau yang dikenal dengan istilah bonek. Kerugian tersebut timbul akibat suporter terlibat bentrok dengan warga Surakarta.
Menurut Sutrisno, sebenarnya bentrok antara rombongan bonek dan warga sudah sering terjadi. "Karena itu kita berharap agar bonek tidak datang ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta api," kata Sutrisno.
Dia menegaskan, sebenarnya saat ini Persebaya sedang dikenai sanksi tidak boleh bertanding dengan membawa suporter. "Tapi kita tetap mewaspadai adanya rombongan liar," kata Sutrisno. Saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Daops VII Surabaya sebagai langkah antisipasi.
Dia juga meminta warga, terutama warga Surakarta, untuk tidak melakukan tindakan brutal dengan merusak kereta api yang melintas. "Belum tentu bonek memang nekat berani ke Yogyakarta," kata Sutrisno. Dia juga menegaskan jika PT Kereta Api tidak akan menyediakan angkutan khusus untuk suporter.
Dia menegaskan, kereta api dari Surabaya akan ditumpangi oleh penumpang reguler. "Mereka adalah penumpang biasa," kata Sutrisno.
AHMAD RAFIQ





