Seorang anak dibawah umur dihajar Satpol PP saat bentrokan menentang eksekusi pembongkaran lokasi makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta utara, Rabu (14/4). Dalam bentrokan tersebut terdapat korban dari kedua belah pihak. Tempo/Tony Hartawan
Berita Terkait
Infografis
Tim Investigasi PMI Selidiki Dugaan Pembiaran dalam Insiden Koja
TEMPO Interaktif, Jakarta -Tim investigasi Palang Merah Indonesia terus menyelidiki dugaan pembiaran yang dilakukan pihak kepolisian dalam kerusuhan Koja.
Ketua tim investigasi dr. Ulla Titi Nuchrawati mengatakan pihaknya segera menyelidiki apakah dugaan pembiaran berupa fakta atau hanya ungkapan emosi sesaat yang dilontarkan oleh banyak orang.
"Tuduhan pembiaran bisa saja. Pemda melakukan pembiaran, polisi membiarkan. Nanti fakta mengalir dengan hasil, apa betul ada pembiaran atau hanya emosi sesaat," ujarnya ujarnya usai menemui Kapolda dan jajarannya di Polda Metro Jaya, Kamis (29/4).
Pertemuan dilakukan sejak pukul 14.00 hingga 18.00 tersebut dilakukan guna mengklarifikasi dugaan pembiaraan ataupun kesalahan prosedur pihak kepolisian dalam menangani insiden Koja.
Ulla menuturkan hasil sementara polisi dan aparat telah melakukan tugas sesuai instruksi prosedur pengamanan saat berada di lapangan. "Kami belum bisa mengatakan ada kesalahan atau tidak, hasil sementara polisi sudah melakukan tugas sesuai dengan instruksi gubernur," kata dia.
Kepala bidang humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar menambahkan dalam pertemuan tersebut polisi menyampaikan fakta tentang apa yang sudah dilakukan di lokasi kejadian. "Kami punya videonya, sebelum dan sesudah bentrokan," kata dia.
Dari dokumen yang disampaikan polisi, terlihat aparat keamanan telah menjalankan fungsi melindungi masyarkat. Investigasi selanjutnya akan diarahkan kepada ahli waris mbah Priok guna mencari tahu kebenaran klaim ahli waris tersebut.
Besok (30/4) ahli waris akan diundang ke markas PMI, Gatot Subroto pukul 9 pagi, dilanjutkan pertemuan dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Majelis Ulama Indonsia dan Kementrian Sosial. "Ini dari 245 tahun yang lalu, keturunan dari mana harus jelas. Apa benar, itu harus dicari kebenarannya," tegas Ulla.
Selanjutnya hasil investigasi kerusuhan Koja akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada 10 Mei mendatang. "Kami akan terus bekerja, tanggal 10 diserahkan ke Gubernur," jelasnya.
Kerusuhan Koja antara warga sekitar dengan Satpol PP memakan korban hingga 203 orang, termasuk 3 orang anggota Satpol PP tewas di lokasi akibat dipukuli massa.
VENNIE MELYANI





