foto

Gedung MPR-DPR RI, Jakarta. TEMPO/Panca Syurkani

Gawat, Gedung DPR Mulai Miring dan Retak

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy menyambut gembira rencana pembangunan gedung baru untuk anggota DPR yang bakal dimulai 17 Agustus mendatang. Sebab, dia menilai, gedung tempat anggota DPR berkantor saat ini (Nusantara I) sudah tidak layak dihuni. Secara teknis, gedung itu dianggap bisa membahayakan keselamatan penghuni gedung sebab kemiringannya tiap tahun terus bertambah.

"Saya mendukung pembangunan gedung tersebut tuntas tahun ini," kata Romy dalam pesan singkatnya yang diterima Tempo, Jumat (30/4).

Kata dia, berdasarkan assesment yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum, kemiringan gedung DPR (Nusantara I) saat ini sudah mencapai sekitar 7-8 derajat. "Akibat miring itu, beberapa bagian struktur bangunan retak," kata Romy.

Dia mencontohkan hal itu juga terjadi pada ruang kerjanya. "Di depan ruang kerja saya tahun lalu juga sudah dilakukan injeksi untuk mengatasi retak," katanya.

Apalagi, kata Romy, HVAC (heating, ventilating and air conditioning) sistem gedung itu didesain hanya untuk satu anggota Dewan dan satu asisten pribadi. Sementara prakteknya sekarang setiap anggota Dewan sudah dibantu dua staf.

Gedung baru anggota Dewan itu nantinya terdiri 36 lantai dengan 700 ruangan. Gedung itu rencananya dibangun sejajar dengan gedung lama atau tepatnya berada di sebelah Gedung Nusantara I (gedung yang saat ini digunakan berkantor anggota Dewan). Pembangunan gedung ini menelan Rp 1,3 triliun.

AMIRULLAH