Topik
Pengusaha Minta Pemerintah Segera Terapkan SNI Elektronika
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Komisaris Panasonic Gobel Indonesia, Rachmat Gobel meminta agar pemerintah segera menerapkan Standar Nasional Indonesia untuk produk elektronika. "Ini perlu untuk membentuk citra produk Indonesia yang ramah lingkungan," kata Rachmat seusai diskusi mengenai Perspektif Teknologi Hijau dan Industri Menghadapi Perubahan Iklim, di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat (30/4)
Menurut Rachmat produk elektronika yang berkualitas yang ditandai dengan penerapan SNI akan mampu menurunkan penggunaan energi listrik. Ia mengusulkan agar penerapan SNI diawali untuk produk elektronika dan otomotif. "Itu sebagainya leadernya, yang nanti bertahap ke produk lainnya," katanya.
Ia menilai penerapan SNI menjadi penting disaat banyak kejadian rumah terbakar karena penggunaan kabel yang berkualitas rendah. "Kualitasnya rendah sehingga mudah terbakar," ujarnya.
Rachmat mengatakan produk elektronik yang gampang panas dan berkualitas rendah itu banyak yang berasal dari Cina. "Itu yang enggak pernah kita perhatikan," katanya.
Menurut dia saat ini yang dihadapi adalah produk elektronika Cina yang berkualitas rendah dan harganya murah. "Jadi sulit kita menghadapi," katanya.
Penerapan SNI ini, kata dia memang akan membuat harga produk menjadi sedikit lebih mahal. "Tapi jangka panjangnya murah karena akan menghemat listrik," katanya.
Ia berharap agar penerapan SNI tidak didasarkan pada mampu atau tidaknya industri di dalam negeri. "Harus ada visi untuk mengembangkan industri yang masih lemah," katanya. Karena itu, kata dia diperlukan insentif untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan.
IQBAL MUHTAROM





