Topik
Panwas Pemilihan Wali Kota Surabaya Temukan Pemilih Bermasalah
TEMPO Interaktif, Surabaya - Menjelang Pemilihan Wali Kota Surabaya, Panitia Pengawas (Panwas) Surabaya menemukan Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah di sejumlah kecamatan. "Puluhan pemilih bermasalah kami temukan ditiga kecamatan yaitu Sambikerep, Pakah dan Benowo," kata Suparno, Ketua Panwas Surabaya, Senin (3/5).
Di tiga kecamatan itu, ungkap dia, ditemukan puluhan pemilih bermasalah. Misalnya saja, penduduk yang sudah pindah ke luar kota tetap dimasukkan DPT dan warga yang sudah meninggal tetap dicatat sebagai pemilih.
Selain itu lanjut dia sejumlah anggota TNI masih ada yang dicatat sebagai pemilih demikian halnya dengan banyaknya pemilih yang masih anak-anak di bawah umur.
"Kami minta KPU Surabaya segera melakukan perbaikan. Permintaan ini telah kami kirimkan melalui surat resmi," ujar Suparno.
Ia mengatakan data pemilih bermasalah itu adalah hasil laporan Panwas tingkat kecamatan. "Hingga saat ini kami terus melakukan pendataan, mana-mana saja daerah yang DPT-nya bermasalah," kata dia.
Menurut dia, KPU Surabaya harus menindaklanjuti temuan Panwas meskipun DPT telah ditetapkan. "Karena jika tidak ada perbaikan, kualitas proses pemilihan bisa digugat dikemudian hari," tambahnya.
Ia menyayangkan kinerja KPU Surabaya yang tidak berbeda jauh dengan pemilihan langsung sebelumnya. "Harusnya kekacauan DPT pada Pemilihan Legislatif lalu jadi pelajaran, tapi nyatanya tidak," kecam Suparno.
Jumlah DPT yang telah ditetapkan oleh KPU Surabaya sebanyak 2.144.105 warga. Mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di 4.898 tempat pemungutan suara yang tersebar di 161 kelurahan di Surabaya.
Anggota KPU Surabaya, Edward Dewaruci mengatakan akan mengklarifikasi temuan Panwas ke petugas pemungutan suara yang berada ditingkat kelurahan. "Karena penetapan DPT dilakukan oleh PPS jadi merekalah yang harus bertanggung jawab," kilahnya.
Ia mengatakan DPT yang sudah ditetapkan berdasarkan aturan tidak bisa diubah. "Pemilih yang bermasalah nanti bisa ditandai oleh PPS jika temuan Panwas benar," kata Edward menawarkan solusi.
Edward berharap permasalahan DPT tidak dijadikan peluang bagi para kandidat Wali Kota yang kalah untuk mempersoalkan kemenangan kandidat yang menang. "Silahkan semua tim sukses mengajukan ke kami, nama-nama pemilih yang bermasalah," tukasnya.
DINI MAWUNTYAS





