Petani memanen bayam di Desa Grogol, Depok, Jabar, Rabu (10/02). Harga bayam megalami kenaikan dari Rp. 400,00 per-ikat kecil menjadi Rp. 700,00 per-ikat hal ini dikarenakan sayuran yang cepat membusuk akibat musim hujan. TEMPO/Ayu Ambong
Topik
Jawa Barat Siapkan Pusat Pemasaran Produk Agro
TEMPO Interaktif, Bandung - Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan mengatakan pemerintah provinsi tengah menyiapkan pusat pemasaran untuk produk-produk agro di Jawa Barat. “Ini untuk menjawab Perda Pemerintah DKI Jakarta yang melarang pengiriman unggas hidup,” katanya di Bandung, Jawa Barat, kemarin.
Rencana itu bukan barang baru. Pusat pemasaran itu sudah digagas sejak 2006 namun baru sebatas merampungkan studi kelayakan. Pembahasan rencana pembukaan pusat itu dibuka lagi setelah pemerintah Jakarta menerbitkan peraturan daerah yang melarang perdagangan unggas hidup di wilayahnya.
Ferry mengatakan, pembahasan awal pembangunan pusat pemasaran itu sudah dimulai. Targetnya, tahun depan bisa menjadi program prioritas pemerintah provinsi. “Ada semacam kawasan untuk pemasaran produk agro seperti buah-buahan, sayuran, produk ikan, dan ternak,” tuturnya.
Pusat pemasaran itu rencananya akan dibangun di lahan yang bersebelahan dengan jalan tol untuk memermudah aksesnya. Di tempat itu produk agro itu dikumpulkan untuk dipilah berdasarkan kualitasnya mana yang dikirim untuk pasar moderen dan mana yang dikirim untuk pasar tradisional, hingga pengemasannya.
Menurut Ferry, kawasan itu akan dirancang untuk mengambil alih proses pengolahan produk agro hingga mendapatkan nilai tambah ketika dipasarkan. “DKI Jakarta misalnya akan terima bersih apakah itu produk sayuran, buah-buahan, hingga ternak,” katanya.
AHMAD FIKRI





