Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sengkang, Sulawesi Selatan. TEMPO/Irmawati
Topik
Pasokan Listrik Sulawesi Selatan Masih Defisit 40 MW
TEMPO Interaktif, Makassar -PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara menyatakan kondisi listrik berangsur normal dengan masuknya pasokan listrik dari PLTGU Sengkang sejak Rabu dinihari sekitar pukul 4.50 Wita.
Dua dari tiga unit blok pembangkit pada PLTGU Sengkang telah beroperasi dengan daya 121 Megawatt (MW). Namun, masih terjadi defisit daya 40 MW. "Syukurlah pembangkit Energy Sengkang sudah masuk tadi Subuh, bisa mengurangi defisit listrik," kata Ahmad Siang, General Manager PLN Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara kepada Tempo hari ini.
Dia mengatakan satu blok pembangkit PT Energy Sengkang belum bisa beroperasi karena masih dalam masa pemeliharaan. Akibat dari itu, pasokan listrik dari tiga blok yang maksimalnya bisa mencapai 195 MW menjadi berkurang menjadi 121 MW.
Masa pemeliharaan satu blok pembangkit 67 MW itu, Ahmad mengatakan dijadwalkan pada 13 Mei. Namun, karena adanya aksi masyarakat setempat di Sengkang kabupaten Wajo maka jadwal itu diundur pada 17 Mei nanti.
"Kita tunggu, mudah-mudahan pemeliharaannya tidak ada lagi kendala agar segera menghasilkan listrik secara maksimal," kata dia. Satu pembangkit lagi yang membuat defisit listrik masih terjadi, Ahmad mengatakan 1 unit mesin pembangkit di PLTD Suppa, Pinrang rusak.
Dia mengatakan kondisi itu mengakibatkan pasokan listrik tidak optimal hanya mampu menghasilkan 20 MW dari total kapasitas 40 MW. Ia melanjutkan, belum pulihnya kedua pembangkit itu membuat defisit listrik belum teratasi. Defisit listrik hingga Rabu kemarin, dia menyebutkan sebesar 40 MW dari sebelumnya sekitar 131 MW.
"Masih ada defisit, tapi PLN sudah menyiapkan antisipasinya," kata dia. Dengan kondisi itu, dia mengatakan PLN masih memberlakukan penghentian pasokan listrik ke industri. Konsumsi listrik industri di Sulawesi Selatan, dia menyebutkan sebesar 30 MW.
Dia mengaku PLN telah meminta sekitar 55 pelanggan industri untuk menghentikan sementara pemakaian listrik dari PLN sejak Sabtu pekan lalu. "Kami sudah meminta industri untuk menggunakan generator yang dimiliki,"kata dia.
Berbeda dengan jadwal pemadaman listrik Sabtu dan Minggu lalu, saat ini PLN hanya meminta pelanggan sektor industri yang memiliki generator agar menggunakannya saat beban puncak yaitu pukul 17.00-22.00 Wita.
Ahmad mengatakan beban puncak daya listrik di Sulawesi Selatan saat ini mencapai 560 MW, sedangkan daya maksimal yang dihasilkan oleh sejumlah pembangkit milik PLN dan swasta mencapai 520 MW.
"Berarti masih ada defisit sekitar 40 MW,"kata dia.
INDRA O Y





