foto

Mustafa Abubakar. TEMPO/Mazmur A. Sembiring

Mustafa: Kerugian PSO Bulog Biasa Terjadi  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Negara Kementrian Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar menilai kerugian Bulog pada 2009 lalu sebesar Rp 720 miliar, biasa terjadi. “Sebenarnya tidak bisa dikatakan rugi. Tapi hanya kekurangan dana yang dibayar oleh pemerintah pada tahun berjalan (2009)," katanya usai melantik dewan komisaris baru PT Pertamina, hari ini.

Biasanya, kata dia, kekurangan dana yang dibayar pemerintah itu ditutup tahun berikutnya. Kerugian itu berasal dari Dana public services obligation (tugas pelayanan publik) berupa penyaluran beras rakyat miskin (raskin), dan pengadaan gabah dari petani, bukan pada bisnis komersial. “Kerugian yang dimaksud bukan seperti yang dialami Merpati. Tapi seperti alpha di Pertamina, dan margin di PLN.”

Ia juga yakin tahun ini Bulog tak memerlukan tambahan dana PSO, untuk mengantisipasi kekurangan dana seperti yang terjadi tahun lalu. “Saya kira tahun 2010 cukup. Tahun 2009 yang masih harus ditutup,” jelasnya.

Kemarin siang, Mustafa mengundang jajaran dewan direksi dan dewan pengawas Bulog ke kantor Kementrian BUMN. Mereka, kata Mustafa, melakukan pertemuan guna menganalisa masalah kualitas, lambatnya pembentukan stok beras, dan kurangnya pembayaran pemerintah pada 2009 sebesar Rp 720 miliar tersebut. “Saya meminta agar hal-hal itu diperbaiki,” kata Mustafa.

Mengenai sederet masalah Bulog tersebut, Mustafa mengaku tak memberikan sanksi apapun pada pejabat terkait. “Kami beri kesempatan dulu,” ujarnya.

Bulog tiap tahunnya mengalami defisit dengan alasan penetapan Harga Beli Pemerintah selalu lebih rendah dari perhitungan master budget maupun rencana kerja anggaran pemerintah (RKAP) yang telah disahkan oleh Kementrian Negara BUMN.

ISMA SAVITRI