Topik
Keberangkatan Siswa SMA Negeri 5 Kota Madiun ke Olimpiade Internasional Terkendala Dana
TEMPO Interaktif, Jakarta - Keberangkatan Nina Milasari, 17 tahun, dan Kartini, 15 tahun, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kota Madiun ke Istambul, Turki, masih terkendala dana. Padahal keduanya mewakili Indonesia dalam olimpiade internasional, International Environmental Project Olympiade (Inepo) 2010 di kota Istambul 19-22 Mei 2010.
Dalam olimpiade tersebut, keduanya akan menyajikan hasil karya yang diberi judul “The Use of Sugar Factory Dust in Making Seismic Resistance Bricks”, atau kegunaan limbah pabrik gula dalam pembuatan batu bata yang tahan getaran atau gempa.
Guru Fisika yang juga pembina dua siswa tersebut, Imam Zuhri, mengatakan setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp 170 juta. Selain biaya keberangkatan juga untuk biaya selama berada di Istambul. “Yang berangkat tiga orang, yakni saya Nina dan Christina,” katanya, Kamis (6/5).
Imam tidak mempersoalkan apakah pihak Pemerintah Kota Madiun akan memberikan dukungan dana atau tidak. Sebab hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan ada bantuan dari pemerintah setempat. Pihak sekolah berupaya semampunya agar bisa berangkat ke even dunia yang bisa mengukir sejarah bagi sekolah tersebut.
Guru pembina ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 5 Kota Madiun, Suharlinah, mengatakan kedua siswanya mendaftarkan diri ke Panitia Inepo 2010 melalui internet. “Ternyata proposal yang dikirimkan lolos dan berhak ikut olimpiade. Ada tiga sekolah dari Indonesia yang lolos termasuk sekolah kami,” ujarnya.
Masalah keterbatasan dana bagi dua siswa tersebut sudah dibicarakan Dewan Pendidikan setempat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun beberapa waktu lalu. “Kami berharap DPRD membantu bagaimana caranya memberikan anggaran bagi mereka,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kota Madiun Pardji.
Anggota Komisi Bidang Anggaran, Kesejahteraan, dan Keuangan DPRD Kota Madiun, Hari Suci Kusumedi, menjelaskan bahwa DPRD mendukung keberangkatan wakil dari SMA Negeri 5 tersebut. Namun Dinas Pendidikan setempat belum membicarakan soal itu dengan pihak DPRD. “Perlu ada komunikasi dan koordinasi antara DPRD, sekolah, serta Dinas Pendidikan,” ucapnya.
Namun, Hari mengingatkan pemberian dana harus tetap memperhatikan aturan. Sebab ihal seperti ini baru terjadi. ISHOMUDDIN.





