Sri Mulyani Tidak Happy ke Bank Dunia
Sri Mulyani. TEMPO/Panca Syurkani
TEMPO Interaktif, Jakarta -Pengamat politik Burhanudin Murtadi meminta masyarakat kritis melihat kronologi kepergian Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Bank Dunia. "Tawaran Bank Dunia sudah ada dari tahun lalu, tapi Presiden SBY tidak memberikan izin dengan alasan Sri Mulyani masih diperlukan untuk reformasi ekonomi," katanya dalam acara Polemik yang diselenggarakan Radio Trijaya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (8/5).
Ia menyebutkan, dari yang ia baca di The Jakarta Post, terjadi hubungan telepon antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick pada Jumat lalu. "Dari The Jakarta Post, ada indikasi SBY yang menelepon Zoellick untuk menanyakan apakah Bank Dunia masih membutuhkan Sri Mulyani," ujarnya.
Ia menyimpulkan, ada kesan bahwa Sri Mulyani berat hati menerima tawaran Bank Dunia tersebut. "Karena The Jakarta Post mengatakan Sri Mulyani baru tahu soal tawaran itu hari Senin," ucap Burhanudin. "Ada kesan Sri Mulyani enggak happy ke Bank Dunia."
Politisi Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang hadir di acara yang sama mengiyakan fakta bahwa Sri Mulyani memang telah diminta bergabung dengan Bank Dunia sejak lama. "Tapi soal kronologi, saya tidak tahu. Soal Burhan yang jadi ahli nujum juga saya tidak tahu," katanya.
PUTI NOVIYANDA
Komentar (19)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?
- FOTO Toyota Alphard Milik Luthfi Hasan Ishaaq
- Harga Buyback Antam Turun Rp 4.000













