foto

Beras masyarakat miskin (raskin) di Kampung Muara Baru, Kel. Penjaringan, Jakut, Selasa (14/4). Raskin sebanyak 3250 karung tersebut akan disalurkan ke 48 RT di wilayahnya dengan membayar tebusan Rp 1600/kg. Tempo/Panca Syurkani

Banyak Beras Apek, Gubernur Jawa Tengah Minta Bulog Dirombak  

TEMPO Interaktif, Semarang - Banyaknya beras apek di beberapa gudang Badan Urusan Logistik, membuat Gubernur Provinsi Jawa Tengah Bibit Waluyo mengaku sedih. Dari pantauan yang dilakukan di beberapa gudang Bulog, kata Bibit Waluyo, masih sangat banyak beras apek yang disalurkan untuk program beras miskin (raskin) itu.

"Saya sedih, kenapa di zaman sekarang masih ada warga yang makan beras apek," kata Bibit Waluyo dalam sambutan acara Musyawarah Daerah Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 di Hotel Patra Jasa Semarang, Minggu (9/5). Dalam acara itu, hadir Menteri Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono yang berkapasitas sebagai ketua Umum DPP Kosgoro.

Bibit pun tak lupa meminta agar Agung Laksono merombak keberadaan Bulog agar bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan pangan kepada rakyat. "Saya minta Pak Menteri Bulog dirombak saja," kata Bibit. Namun, Mantan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), tanpa menjelaskan lebih detil perombakan yang dimaksud.

Bibit menyatakan tidak tega jika warganya harus mengkonsumsi beras yang apek. Dulu, Bibit mengaku memang selalu makan dengan tiwul dan jagung pada masa kecilnya.
"Cukup saya yang makan tiwul dan jagung. Sekarang jangan karena wetenge (perutnya) bisa besesek dan marai bodho," kata Mantan Panglima Kodam IV Diponegoro ini.

Bibit mengaku setiap menggelar inspeksi mendadak hampir selalu menemukan beras berton-ton yang basah dan berbau badek (tidak enak).

Misalnya dalam inpeksi mendadak yang dilakukan di Gudang Beras Perum Bulog Sub Divre III Surakarta pada Selasa (30/4) lalu menemukan beras tidak layak konsumsi. Saat itu Bibit marah karena beras untuk bantuan masyarakat miskin itu berbau apek. Bibit kemudian memanggil Kabulog Solo dan Kepala Bulog Jawa Tengah. Beras apek juga ditemukan di gudang Bulog Bawen, Kabupaten Semarang.

Karena kinerja Bulog tidak baik maka banyak sekali warga yang akhirnya mencampur beras dengan jagung untuk konsumsi pangan. Padahal, sebenarnya Jawa Tengah memiliki kekayaan pertanian yang luar biasa. Berkali-kali Bibit selalu mengungkapkan bahwa wilayahnya selalu surplus beras hingga 2,57 juta ton. Selain itu, ada bibit padi yang menghasilkan 15 ton tiap hektarnya.

Menteri Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui memang banyak beras apek di gudang-gudang Bulog. "Ya memang ada. Tiap empat ribuan ton beras raskin pasti ada yang apek," kata Agung tanpa menyebut berapa persen yang apek.

Agung berkilah bahwa buruknya kualitas beras untuk raskin itu disebabkan karena membludaknya beras di gudang Bulog. "Beras over produksi," katanya.

Sebetulnya, tambah Agung, kelebihan produksi itu sangat baik tapi harus ditindaklanjuti dengan sistem penggudangan beras yang baik. "Harusnya tiap dua bulan sekali ada pembersihan. Agar tidak apek harus dibersihkan," kata dia.

Atas dasar itu, Agung menyatakan tidak akan merombak orang-orang yang menjabat di Bulog. "Bukan orangnya tapi sistem penggudangannya yang harus diperbaiki," kata dia.

ROFIUDDIN