Topik
PBNU Ancam Bekukan PWNU Jatim
TEMPO Interaktif, Surabaya - Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf ancam akan bekukan PWNU Jatim jika ngotot tidak mau menerima kepengurusan baru PBNU. “Di NU itu tidak cari jabatan, kalau tidak setuju ya sudah pergi saja,” kata Saifullah Yusuf, Senin (10/5).
Pernyataan Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf ini, menanggapi usulan MLB (Muktamar Luar Biasa) dari PWNU Jatim untuk mengganti kepengurusan PBNU yang baru. Sekedar diketahui, pada Minggu (9/5) kemarin, PWNU memang mengumpulkan beberapa PCNU. Hasil dari pertemuan itu, PWNU secara resmi merilis keinginan untuk membuat MLB atas kepengurusan PBNU.
Atas desakan MLB ini, PBNU balik mengancam akan mengirimkan surat secara resmi untuk mengingatkan kepada PWNU untuk bisa menerima hasil kepengurusan yang baru. ”Kalau tidak mau ya sudah, yang nentukan SK pengurus PWNU kan PBNU, kalau mereka tidak mau ya kita akan buat SK pengurus (PWNU) baru,” tambahnya.
Gus Ipul sendiri juga mempertanyakan klaim PWNU yang menyatakan jika seluruh PCNU se-Jatim mendukung keinginan MLB. Padahal, dari informasi yang didapat Gus Ipul dalam pertemuan itu setidaknya hanya dihadiri oleh 15 PCNU. Dari 15 PCNU itupun tidak ada satupun yang mendukung usulan MLB ini.
”Saya ini bingung, ini NU, bukan untuk cari jabatan, kalau tidak sepakat ya silahkan buat kepengurusan baru bentuk organisasi baru, nanti PBNU tinggal bikin kepengurusan baru (di PWNU jatim),” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris PWNU Jatim Masyudi Muktar mengatakan wacara MLB itu memang keluar ketika pihaknya mengumpulkan PCNU. ”Wacana ini mengingat penyusunan kepengurusan tidak sesuai dengan amanat muktamar,” kata Masyudi.
Menurut Masyudi, dalam kesimpulanya, PWNU mendesak PBNU segera merevisi struktur kepengurusan, jika tidak, maka pelaksanaan MLB perlu dipertimbangkan untuk segera dilakukan.
Kepengurusan yang dikehendaki oleh PWNU Jatim adalah kepengurusan sebagaimana yang telah diputuskan dalam rapat tim formatur di rumah Rois Aam PBNU Kiai Sahal Mahfud di Pati Jawa Tengah, yang diantaranya memutuskan Wakil Rois Aam terdiri dari dua orang yaitu Kiai Hasyim Muzadi dan Kiai Musthofa Bisri.
ROHMAN TAUFIQ






Web via