foto

TEMPO/Subekti.

Bandung Kekurangan Tempat Penampungan Anak Terlantar  

TEMPO Interaktif, Bandung -Dinas Sosial Kota Bandung, Jawa Barat mencacat saat ini hanya ada 10 rumah singgah bagi anak jalanan dan terlantar. Padahal 2009 lalu ada 11 rumah singgah anak yang beroperasi di Bandung.

"Satu rumah singgah tutup, karena tidak ada biaya operasional," ujar Siti Masnun Syamsiati Kepala Dinas Sosial Kota Bandung di Balai Kota. Ia menegaskan, tutupnya rumah singgah anak karena rumah itu dikelola Lembaga Swadaya Masyarakat yang pendaanaannya tergantung dari funding atau donatur. "Katanya, sudah tidak ada dana yang turun dari pusatnya."

Jumlah total penyandang masalah kesejahteraan sosial di Bandung mencapai 134.857 orang. Kebanyakan adalah anak jalanan yang tercatat sebanyak 4.821 anak, gelandangan dan pengemis 9.019 orang, anak terlantar 6.643 orang, dan wanita rawan sosial ekonomi 7.537 orang.

Ia menyatakan, anggaran yang didapat Dinas Sosial untuk pembinaan anak jalanan dan terlantar hanya sekitar Rp 200 juta. Padahal, Pemerintah Pusat sudah mencanangakan Indonesia Bebas anak jalanan pada 2011 nanti. "Mungkin Bandung belum bisa mencapai target tersebut, kecuali ada bantuan dari pemerintah pusat," katanya.

Pemerintah sendiri, akan membangun pusat membangun pusat pelayanan usaha kesejahteraan bagi masyarkat yang telantar dan kurang mampu. Namun, pusat ini ditargetkan mulai dibangun pada 2011 dimana proses pembangunannya akan memakan waktu dua tahun kemudian."Prosesnya sekarang dalam uji studi kelayakan."

ALWAN RIDHA RAMDANI