700 Personil Bersenjata Amankan Demo Penistaan Agama

TEMPO Interaktif, Bekasi -Pengamanan terhadap massa demonstrasi penistaan agama di Kantor Wali Kota Bekasi, siang ini sangat ketat. Pasukan yang diterjunkan sebanyak 700 personil, terdiri dari Brigadir Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya sebanyak 350 personil, dan sisanya dari Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi.

Ratusan petugas itu mengamankan demonstrasi dari seluruh elemen masyarakat Islam Kota Bekasi, di bawah komando Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Massa berusaha memasuki halaman Kantor Wali Kota Bekasi, di jalan Achmad Yani. Jumlahnya, diperkirakan mencapai 1.000 orang. 

Massa mendesak pemerintah Kota Bekasi memberi tindakan tegas kepada Yayasan Bellarminus, karena salah seorang alumninya Abraham Felix, 16, diduga menista agama dengan memasukkan Al-Quran ke dalam kloset sambil mengacungkan jari tengahnya. 

Para petugas pengamanan bersenjata lengkap dan mengendarai motor pemburu. Petugas juga membawa satu unit mobil kesehatan, untuk pertolongan jika ada yang sakit.

Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Komisaris Besar Imam Sugianto, mengatakan jumlah pasukan yang diterjunkan sesuai dengan prosedur pengamanan. "Satu orang massa aksi dijaga satu petugas," kata Imam kepada Tempo, Jumat (14/5).

Imam membantah banyaknya petugas yang diturunkan untuk mengimbangi kekuatan massa jika bentrok fisik terjadi. "Saya kira tidak berlebihan."  Justeru, kata Imam, petugas ingin aksi demonstrasi berjalan damai. Ia berjanji akan memfasilitasi massa bertemu dengan Pemerintah Kota Bekasi, guna menyampaikan aspirasinya.

Hamluddin