Topik
Jatah Beras Miskin di Surabaya Berkurang
TEMPO Interaktif, SURABAYA - Jatah beras miskin (raskin) bagi keluarga miskin di Kota Surabaya tahun 2010 berkurang dibandingkan tahun lalu. Tahun ini tiap keluarga hanya mendapat 13 kilogram per bulan, sedangkan tahun lalu 15 kilogram per bulan.
"Pengurangan jatah ini karena kebijakan pusat," kata Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono saat melakukan sosialisasi program beras miskin, Rabu (19/5).
Menurut dia, jumlah jatah tersebut dinilai terlalu sedikit. Itu sebabnya Pemerintah Kota Surabaya akan meminta kepada pemerintah pusat memberikan tambahan, setidaknya sama seperti jatah tahun 2009 lalu. "Masalah perut sangat sensitif. Kami mengupayakan jatah beras bisa sama seperti tahun lalu," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Surabaya, jumlah penerima raskin tahun ini sebanyak 110.170 keluarga. Adapun tahun lalu 118.225 keluarga.
Bambang menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya bisa saja mengatasi kekurangan jatah raskin dengan mengalokasikan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tapi realisasinya membutuhkan waktu yang lama.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, distribusi dan pembagian raskin diawasi oleh Inspektorat Kota Surabaya. "Jangan sampai ada jual beli raskin atau disalahgunakan distribusinya," tuturnya.
Ikhsan berharap stok raskin jangan terlalu lama disimpan di gudang Badan Urusan Logistik karena bisa mengakibatkan kualitas beras rusak. "Semakin cepat disalurkan semakin baik," ucapnya. DINI MAWUNTYAS.





