foto

TEMPO/Panca Syurkani



Pengusaha Mebel Berambisi Rebut Pasar Cina  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Alih-alih berdiam diri, asosiasi industri mebel memutuskan akan merebut pasar mebel dan kerajinan Cina setelah pasar bebas Cina-ASEAN atau Free Trade Area (CAFTA) diterapkan mulai Januari lalu.

"Dengan pemberlakuan CAFTA ini kita tidak akan menunggu barang Cina membanjiri Indonesia, tapi kita akan menuju Cina dan merebut pasar di sana," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Ambar Tjahyono di Jakarta, Kamis (20/5).

Asmindo bertekad menargetkan ekspor produk mebel dan kerajinan ke Cina pada 2010 mencapai US$ 20 juta. Tahun lalu ekspor ke Cina hanya US$9 juta atau turun 20 persen dibandingkan 2008.

Selama kuartal pertama tahun ini ekspor sudah mencapai lebih dari US$ 673 ribu atau sekitar Rp 6,2 miliar, naik hampir 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor mebel dan kerajinan tertinggi pernah dicapai pada 2004 dengan nilai US$ 14 juta atau setara Rp 130 miliar.

Sektor mebel dan kerajinan merupakan salah satu sektor yang akan direnegoisasi dalam perjanjian CAFTA. Namun Ambar mengatakan kalangan pengusaha tidak yakin pemerintah akan serius melakukan negosiasi ulang. "Makanya kita ambil langkah sendiri. Kalau diam saja kita akan habis. Kita harus serbu pasar Cina," ujarnya.

Salah satu langkah yang diambil Asosiasi adalah dengan terlibat dalam pameran "Shanghai Furniture International Exhibition" yang bakal berlangsung di Shanghai akhir Mei nanti. Sekitar 20 pengusaha akan mengikuti pameran mebel akbar tersebut.

Ambar mengharapkan melalui pameran ini pengusaha Indonesia bisa menembus pasar Cina. "Setelah pameran usai kita akan membuat pertemuan business-matching dengan pengusaha Cina supaya barang-barang Indonesia bisa masuk di toko sana," tuturnya.

KARTIKA CANDRA