foto

Sejumlah mahasiswa asal Papua berunjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Selasa (18/5). Aksi damai ini terkait isu rasis yang dilontarkan seorang mahasiswa ITB di akun Facebooknya. TEMPO/Prima Mulia

ITB Hati-hati Jatuhkan Sanksi Kasus Penghinaandi Facebook  

TEMPO Interaktif, Bandung - Rektorat Institut Teknologi Bandung berhati-hati untuk menjatuhkan sanksi bagi DIM. Mahasiswa program studi Kimia semester VII itu mengundang amarah banyak pihak karena status dalam Facebook miliknya dianggap menghina warga Papua.

Wakil Rektor ITB Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Carmadi Machbub mengatakan rektorat akan mempertimbangkan berbagai hal sebelum menghukum. Ia sendiri merasakan rekomendasi sanksi dari Komisi Disiplin ITB kepada DIM tergolong berat.

“Berat ya saya melihatnya, tapi nanti yang memutuskan Rektor,” katanya saat dihubungi, Jumat (21/5). Rencananya, keputusan Rektor itu akan keluar pekan depan.

Menurut Carmadi, DIM termasuk anak yang pintar. Ia mengikuti program honors yang memungkinkannya langsung kuliah S-2 mulai tingkat akhir program S-1. “Dia juga punya beasiswa (honors) itu,” ujarnya.

Walau telah meminta maaf dan menyesali perbuatannya, sidang Komisi Disiplin ITB beberapa hari lalu merekomendasikan kepada Rektor agar DIM dilarang mengikuti kegiatan akademik selama tiga semester. Selama itu, ia harus menjalani tugas keprofesian, tugas sosial, dan mengikuti bimbingan konseling.

Menurut Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa ITB Herry Dharmawan, skorsing tiga semester adalah keputusan akhir komisi setelah mempertimbangkan segala hal yang meringankan DIM. “Awalnya sanksi drop out atau skorsing empat semester,” kata dia yang ikut dalam sidang dan membantu DIM.

Selain itu, ada klausul lainnya untuk menggelar sidang lanjutan setelah DIM menjalani hukuman selama 1-2 semester. “Bisa jadi nanti sanksi berkurang,” kata dia.

Lebih dari 100 mahasiswa Papua di Bandung, Selasa lalu berunjuk rasa di depan kampus ITB Jalan Ganesha. Mereka memprotes pernyataan DIM dalam status akun Facebook yang dibuatnya pada 3 Mei lalu. Komentarnya sehari setelah pertandingan Liga Indonesia antara Persib Bandung lawan Persipura Jayapura itu menghina orang Papua.

Saat ini, menurut Herry, DIM menenangkan diri bersama keluarganya. Sejak beberapa hari terakhir, DIM memutuskan tak pergi kuliah.

ANWAR SISWADI