Kepala Stasiun Pondok Cina Setujui Penutupan Pintu Liar

TEMPO Interaktif, Depok - Kepala Stasiun Pondok Cina Nasruddin menyetujui rencana penutupan dua pintu liar di sepanjang rel kereta di sekitar kompleks Universitas Indonesia.

Menurut dia, penutupan dua pintu liar, yakni di Gang Senggol dan Pintu Barel, akan mendorong masyarakat untuk menyeberang rel melalui jalur yang resmi. "Saya lebih senang kalau ditutup," katanya hari ini. Rencana penutupan itu menyusul seorang mahasswa UI tewas tersambar kereta pada Kamis lalu karena melewati pintu ilegal tadi.

Nasruddin menuturkan, bukanlah masalah yang mudah untuk melarang orang melewati pintu ilegal. Banyak orang yang diuntungkan. Mahasiswa semester 4 UI, Aditia, 20 tahun, menyatakan menyeberang melalui Gang Senggol jauh lebih dekat dari kampusnya di Fakultas Ilmu Keperawatan dibandingkan jika harus menyeberang melalui pintu resmi di dekat stasiun Pondok Cina.

Sebelumnya, Kepala Sub Direktorat Pembinaan Lingkungan Kampus UI, Dadan Erwandi, mengatakan segera menggelar rapat dengan bagian kemahasiswaan, BEM UI, dan BEM seluruh fakultas mengenai rencana penutupan dua pintu liar yang dilewati mahasiwa UI.

Menurut Dadan, sejak 2009 sampai 2010 sudah tiga mahasiswa terlanggar kereta gara-gara melwati pintu liar. Pada 2009, mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan tewas karena tertabrak kereta. Sekitar Februari 2010, mahasiswa Fakultas Hukum tersenggol kereta sehingga bahunya patah. Korban terakhir Fanny Azizi, 22 tahun, mahasiswa Fakultas MIPA yang tewas tersenggol kereta pada Kamis lalu, 20 Mei 2010.

TIA HAPSARI