Suasan nonton bareng Final Liga Champions 2010 di Warung Rumah Kopi di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Minggu (23/5) Dini hari. TEMPO/FAHMI ALI
Topik
Nonton Bareng Final Liga Champion di Rumah Kopi
TEMPO Interaktif, Makassar - Nonton bareng sudah menjadi pilihan sebagian besar masyarakat pencinta sepak bola. Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Makssar, Rumah Kopi menggelar acara nonton bareng final Liga Champion antara Intermilan melawan Bayern Munchen.
"Dengan mencicipi secangkir kopi, Kami yakin penggila bola merasa puas menyaksikan tim andalannya melalui layar lebar ini,"kata Iyan, Manager Rumah Kopi yang terletak di Jalan Sultan Alauidin, Minggu (23/5) dini hari.
Sebelum pertandingan berlangsung, penonton dihibur dengan dancer lokal yang kualitasnya tak kalah dengan kualitas nasional. Dancer tersebut diantaranya adalah Depridoom Dancer dan Sexi Dancer. "Itu sudah disiapkan oleh sponsor," katanya. Penonton juga diberikan kesempatan untuk memenangkan door price yang diundi oleh panitia.
Bagi yang beruntung akan mendapatkan hadian yakni, satu buah telepon selular, DVD Player dan sejumlah hadiah lainya. Ia menambahkan, saat ini mempersiapkan nonton bareng piala dunia. "Nongkrong disini memang untuk hiburan. Kami punya sponsor yang dapat menyukseskan acara tersebut. Kami juga membuka komunitas olahraga," ujarnya.
Puncak kemeriahan terlihat tatkala sekitar seratus penonton menjubeli area, terutama saat pertandingan final antara Intermilan melawan Bayern Muchen berlangsung. Masing pendukung mengeluarkan yel-yelnya untuk menyemangati tim andalan mereka. Yel-yel yang keluar dari kubu pendukung Inter, "Ayo Lusio, kalahkan Banyern." Sementara kubu Bayen tidak mau kala, mereka membalas yel-yel tersebut dengan slogan, "Banyern yang akan juara."
Pada Menit ke 35 kubu Inter berhasil membobol gawang Munchen melalui tendangan Diego Milito. Hingga berakhirnya babak pertama Munchen belum juga menyamakan kedudukan. Memasuki menit 70 pada babak kedua, Milito kembali mencetak gol keduanya melalui aksi indifidunya dengan menggunakan kaki kirinya.
Gol kedua tersebut, kubu Bayern meningkatkan serangan namun tak membuahkan gol. Hingga pluit panjang sebagai tanda berakhirnya permainan skor tetap bertahan pada skor 2-0.
Menurut salah satu pendukung Inter, Gleand Peatrikson, Inter memiliki strategi permainan yang bagus, strategi bertahan, serangan balik.
Menurut dia, dengan adanya Snaider yang berada di posisi tengah, mempertajam serangan balik. Sementara Lusio memiliki kecepatan dan akurasi permainan yang sempurna.
"Sebelum permainan dimulai, saya sangat yakin inter pasti memenangkan final champion ini," kata Gleand
Sedangkan dari pendukung Banyern, terlihat tak peduli atas kekalahan tim andalannya. Hingga permainan usai, mereka tetap saja mengeluarkan yel-yel sebagai tanda dukungannya kepada tim yang mengenakan pakaian berwarna merah tersebut.
SAHRUL