Citanduy Meluap, Kepala Dusun Raib Terseret Arus Sungai

TEMPO Interaktif, Ciamis – Aliran Sungai Citanduy, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang cukup deras selama sepekan ini kembali memakan korban. Memed, 51 tahun, kepala dusun Desa Sukahaji, dinyatakan hilang sejak Kamis lalu di aliran Sungai Citanduy Blok Leuwi Gintung, Kampung Petir, Desa Cijulang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.

Hingga kini, jasadnya belum ditemukan meskipun puluhan warga di dua desa sekitar telah dilibatkan dalam pencarian korban dengan menyusuri Sungai Citanduy sejak awal mula kejadian berlangsung Kamis lalu.

Nana Karna, 59 tahun, Ketua Rukun Tetangga 01 dalam keterangannya, Sabtu (29/5), mengatakan, korban Memed dinyatakan menghilang sejak Kamis lalu sekitar pukul 18.00 WIB ketika istri korban, Rodiah, 48 tahun, melaporkan kejadian tersebut kepada dirinya.

Rodiah kaget sebab hingga petang hari belum juga mendapati suaminya pulang dari tempat memancing di sekitar Sungai Citanduy Blok Leuwi Gintung, padahal hari sudah gelap yang kebetulan saat itu tengah hujan cukup deras.

Tanpa berfikir panjang, dirinya bersama warga lainnya langsung ke lokasi memancing korban di sekitar Sungai Citanduy Blok Leuwi Gintung. Warga bahkan melakukan penyisiran sekitar Sungai Citanduy.

Hasilnya ditemukan semua perlengkapan memancing milik korban masih tersimpan rapi di atas batu, dengan alat pancing masih tertancap di pinggiran sungai, namun korban sudah tidak ada.

Hingga pukul 22.30 WIB pencarian terus belangsung, namun akibat hujan yang turun cukup deras warga pun memutuskan untuk melanjutkannya keesokan harinya. “Hujan turun cukup deras,” ujar Nana. “Saya lihat sungai terus meluap kami putuskan untuk melanjutkan keesokan harinya, cukup berbahaya.”

Salah seorang tetangga korban, Enjang Suherman, 56 tahun, yang memimpin proses pencarian korban menambahkan dirinya menduga bila korban Memed terseret aliran Sungai Citanduy.

Hal itu dikuatkan dengan penemuan peralatan memancing milik korban yang masih utuh di atas batu serta ditemukan ada bekas batu yang lepas tepat di sekitar sungai tempat yang diduga kuat digunakan korban untuk memancing. “Sepertinya korban terbawa hanyut aliran sungai,” ujarnya menduga-duga.

Ia bersama warga dengan bantuan tim SAR Kabupaten Ciamis serta petugas Kepolisian Sektor kecamatan Cihaurbeuti mengaku pasrah, bahkan jarak pencarian kini sudah mencapai lebih dari 5 kilometer dari lokasi kejadian bahkan hingga ke wilayah kecamatan Cihaurbeuti yang berbatasan dengan kota Tasikmalaya.

Endang menambahkan, hingga kini di sekitar Sungai Citanduy Blok Leuwi Gintung telah menewaskan empat orang korban jiwa. Sebelumnya, Heri, 35 tahun, Maman, 50 tahun, Asep, 25 tahun, serta terakhir Memed, 51 tahun. “Semuanya warga Desa Sukahaji,” ujarnya.

JAYADI SUPRIADIN