foto

TEMPO/Subekti

Awas, 278 Perlintasan Kereta Api di Madiun Tanpa Palang Pintu

TEMPO Interaktif, Jakarta -Bagi anda yang saat ini sedang menikmati libur panjang, anda harus hati-hati ketika melintas di jalur rel kereta api yang tak berpalang pintu.

Di Wilayah PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VII Madiun, dari 338 Jalan Pintu Perlintasan (JPL) yang dilewati kereta api, 278 JPL diantaranya tidak berpalang.

“Kami menghimbau pada masyarakat terutama yang sedang dalam perjalanan liburan, agar hati-hati saat melintas di jalur yang tidak berpalang pintu. Berhenti dulu sebelum melintas, kalau sudah aman baru melintas,” jelas Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI Daop VII Harijono Wirotomo, Sabtu (29/5).

Beberapa JPL tak berpalang pintu memang ada yang dijaga oleh warga sekitar dengan meminta upah pungut dari pengendara yang melintas. Namun ini masih tetap tidak menjamin keamanan dan keselamatan sebab tidak dijaga selama 24 jam.

Dalam bulan ini sediitnya ada dua kecelakaan di JPL tak berpalang pintu. Salah satunya terjadi di JPL yang terletak di Desa Ngetrep, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Sebuah mobil dengan satu pengendara tertabrak KA Brantas jurusan Pasar Senen (Jakarta) – Kediri, 19 Mei lalu. Salah satu warga yang menjaga JPL tak berpalang pintu di Ngetrep, Dawu, 47 tahun, mengatakan dalam sehari, ada tiga orang yang menjaga secara bergiliran.

“Kami bertiga menjaga bergantian mulai jam 06.00-11.00, jam 11.00-14.00, dan jam 14.00-18.00. Kalau diberi uang pengendara ya kami terima, kalau nggak diberi yang tidak memaksa,” ungkapnya.

Sedangkan waktu malam hari, yang menjaga JPL tak berpalang pintu adalah pemuda desa setempat. “Diatas jam 22.00 sudah sepi dan tidak ada yang menjaga,” tuturnya.

ISHOMUDDIN