Topik
Mobil Rombongan Jaipongan Masuk Jurang, Dua Orang Tewas
TEMPO Interaktif, Cianjur - Sebuah mobil Suzuki Carry dengan pelat nomor B 7728 TX yang mengangkut rombongan grup kesenian jaipongan "Sinar Galih" dari Karawang masuk jurang di Jalan Raya Cikalongkulon, Kampung Puncak Jaya Desa Warungdoyong Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa barat, sekitar pukul 09.30 WIB, Minggu (30/5). Dua orang tewas serta 10 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cianjur.
Kedua korban tewas adalah Ahmad Haerudin bin Rapiudin, 38 tahun, sopir warga Kampung Kepuh RT 01/04, Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang; dan Odah binti Karta, 26 tahun, penari warga Kampung Pagerlembang Desa Purwajaya Kecamatan Temparan Kabupaten Karawang. Sementara 10 orang lainnya yang seluruhnya penari mengalami luka-luka.
Menurut Oyah, 26 tahun, pimpinan rombongan, grup kesenian jaipongan "Sinar Galih" baru pulang manggung di Bekasi. Rencananya, kata dia, grup tersebut hendak melanjutkan manggung di daerah Cigedongan, Cikalongkulon, dan Cianjur.
Mereka berangkat dari Bekasi sekitar pukul 04.00 WIB dengan menggunakan dua kendaraan, masing-masing kendaraan Suzuki Carry diisi para penari dan truk diisi peralatan kesenian. "Kebetulan saya menumpang truk yang mengangkut peralatan kesenian," ujar Oyah saat ditemui di Rumah Sakit Umum Cianjur, Minggu (30/5).
Menurut Oyah, Suzuki Carry diisi 12 orang termasuk sopir. Diduga karena sopir mengantuk, di daerah Kampung Puncak Jaya yang jalannya menurun, kendaraan tidak terkendali dan masuk jurang sedalam 10 meter lebih. "Diduga sopir mengantuk saat membawa kendaraan," kata Oyah.
Belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Hingga pukul 12.00 WIB, dua mayat korban masih disemayamkan di Kamar Jenazah Rumah Sakit Umum Cianjur. Sementara 10 korban yang mengalami luka-luka masih dirawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat rumah sakit yang sama.
DEDEN ABDUL AZIZ





