Lima Kantor Panitia Pemilihan Dibakar, Tolitoli Tegang

TEMPO Interaktif, Tolitoli: Ketegangan di  Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, semakin meningkat menjelang pemilihan bupati di tempat itu. Apalagi setelah tadi pagi terjadi aksi pembakaran lima kantor panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang dilakukan orang-orang tak dikenal.

Kapolres Tolitoli Ajun Komisaris Besar Ahmad Ramadhan menyatakan, polisi telah menetapkan siaga satu menghadapi situasi di Tolitoli sat ini. Sebagai bentuk  mengantisipasi, polres  telah mendatangkan  2 satuan setingkat kompi (SSK) Brimob yang masing-masing  dari Kalimantan Timur  dan  Sulawesi Utara. Selain itu, Polda Sulawesi Tengah  juga telah mengerahkan 1 SSK  Brimob Palu, Satu SSK dari Samapta dan Polisi perintis. “Total pasukan yang dikerahkan 800 personil,” kata  Ahmad Ramadhan.

Aksi pembakaran kantor pemilihan itu dilakukan secara bersamaan. Sebelum dibakar, para pelaku terlebih dahulu melempari bangunan dengan batu. Akibat aksi pembakaran itu,  seluruh logistik dan bangunan terbakar. Kotak suara yang terbuat dari aluminium ikut  meleleh. "Sekarang seluruh lokasi sudah dipasangi garis polisi. Kami tidak bisa mendekat," kata salah seorang warga.

Sekretaris Kecamatan Dampal Utara, Ilham, membenarkan bahwa logistik Pilkada di Kecamatan Dampal Utara dan Dampal Selatan dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal. Namun Ilham belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh. "Di Dampal Utara kotak suara dibakar habis," kata Ilham melalui pesan singkat.

Bupati Tolitoli, Sulawesi Tengah, HM Ma`ruf Bantilan mensinyalir, penyerangan dan pembakaran  sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilkada Tolitoli  ini merupakan kegiatan terorganisasi. Namun dia belum memiliki dugaan siapa pelakunya.  "Ini kelihatannya terorganisasi karena terjadi serentak dan dalam waktu yang bersamaan," kata Ma`ruf Bantilan.

Pilkada Tolitoli yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung 2 Juni 2010, kondisinya memanas setelah meninggalnya Amiruddin H. Nua, calon wakil Bupati yang berpasangan dengan Azis Bestari. Padahal pasangan ini  dianggap sebagai calon terkuat. Namun dengan meninggalnya Amiruddin, pasangan ini Azis tidak dapat melanjutkan pencalonan.

DARLIS